Mentan Amran Dorong Hilirisasi Kakao, Peneliti Rubiyo Siapkan Lima Varietas Unggul Baru

Ramzy
Ramzy 7 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Komitmen Kementerian Pertanian dalam memperkuat hilirisasi dan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan terus diperkuat melalui kolaborasi riset dan inovasi. Salah satu hasil nyata dari kerja sama tersebut adalah lahirnya lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan secara luas untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kakao nasional.

Peneliti komoditas kakao, Rubiyo, mengatakan bahwa dalam pertemuan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian khusus terhadap inovasi yang dihasilkan para peneliti, khususnya yang dapat mendukung program hilirisasi pertanian.

“Pak Menteri menanyakan apakah ada inovasi teknologi yang dihasilkan dari penelitian yang dahulu berasal dari Kementerian Pertanian. Saya sampaikan bahwa kami telah menghasilkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan dan dapat memberikan dukungan terhadap program hilirisasi kakao yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Pertanian,” kata Rubiyo, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, salah satu varietas unggulan yang telah dihasilkan adalah BP 1 yang memiliki sejumlah kelebihan, antara lain ukuran biji yang besar, kandungan lemak tinggi, serta produktivitas yang mampu mencapai sekitar tiga ton biji kering per hektare per tahun.

Selain itu, tim peneliti juga menghasilkan varietas unggul lainnya, yakni RHS 1 dan RHS 2, yang memiliki fungsi penting sebagai sumber benih sekaligus mendukung pengembangan kakao hibrida untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Rubiyo menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi telah diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kakao nasional.

“Untuk BP 1 sudah menyebar di seluruh Indonesia. Sementara RHS 1 dan RHS 2 telah dikembangkan di tujuh provinsi. Ini merupakan peluang yang sangat baik karena varietas unggul tersebut sudah siap dimanfaatkan untuk pengembangan kebun induk, kebun benih maupun untuk kegiatan sambung pucuk atau grafting di tingkat petani,” ujarnya.

Baca juga :  Bacaleg DPRD Enrekang Ali Suryaji Serahkan Berkas DCT Ke KPU Dengan Optimisme

Ia menambahkan bahwa pengembangan varietas unggul kakao membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan para peneliti. Dari tujuh provinsi yang telah mengembangkan varietas tersebut, sebagian besar melibatkan perusahaan yang turut berperan dalam mempercepat diseminasi teknologi kepada masyarakat.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!