Muharram: Momentum Tahunan Berbenah Diri dan Menghadirkan Kebaikan

Ramzy 31 Pembaca
5 Menit baca

Oleh: Oswar Mungkasa (PNS dan Penulis)

BAGI banyak orang, pergantian tahun menjadi saat untuk menengok kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menata harapan untuk masa yang akan datang. Kita menghitung waktu yang telah berlalu, mengenang berbagai peristiwa, dan menyusun rencana untuk hari-hari berikutnya.

Sebagai umat Islam, kita mengenal Tahun Baru Hijriah yang ditandai dengan datangnya 1 Muharram. Berbeda dengan sekadar pergantian angka dalam kalender, Tahun Baru Hijriah berakar pada peristiwa hijrah—sebuah peristiwa yang bermakna menandai keberanian untuk meninggalkan keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik.

Karena itu, Muharram dapat dimaknai lebih dari sekadar penanda bertambahnya waktu. Tetapi juga menghadirkan kesempatan tahunan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, meninjau kembali perjalanan hidup, dan memperbarui kesungguhan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun pertumbuhan itu tidak berhenti pada diri sendiri. Kebaikan yang tumbuh dalam diri semestinya tercermin dalam hubungan kita dengan sesama, dalam kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan dalam sumbangan kita bagi kehidupan bersama. Di situlah Muharram menemukan maknanya sebagai momentum tahunan untuk berbenah diri dan menghadirkan kebaikan.

Meninjau Perjalanan, Menumbuhkan Diri

Dalam keseharian, kita sering lebih sibuk menjalani kegiatan daripada meninjau kembali perjalanan yang sedang ditempuh. Keseharian dipenuhi urusan pekerjaan, urusan keluarga, tanggung jawab sosial, dan berbagai capaian yang ingin dijangkau. Tanpa disadari, satu tahun kembali berlalu.

Padahal, setiap perjalanan sesekali memerlukan jeda. Bukan untuk berhenti melangkah, melainkan untuk memastikan bahwa arah yang ditempuh masih sesuai dengan nilai dan tujuan yang kita yakini.

Muharram menjadi salah satu jeda tersebut. Kehadirannya setiap tahun mengingatkan bahwa kehidupan tidak hanya untuk dijalani, tetapi juga untuk ditinjau secara berkala. Muharram mengajak kita melihat kembali kebiasaan yang terbentuk, keputusan yang diambil, serta perubahan yang terjadi dalam diri selama setahun terakhir.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar. Apakah kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab dibandingkan tahun sebelumnya? Apakah kualitas ibadah dan hubungan kita dengan Allah semakin baik? Apakah hubungan kita dengan keluarga dan sesama turut membaik?

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version