Panen Jagung di Mattunreng Tellue, Bukti Nyata Komitmen Ketahanan Pangan Sinjai

Zainal 214 Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, SINJAI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperkuat kemandirian pangan kembali ditegaskan. Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, turun langsung ke lapangan menghadiri panen jagung hibrida milik Kelompok Tani Samaenre di Dusun Topisi, Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah, Rabu (11/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Sinjai ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Ketua I DPRD Sinjai Fachriandi Matoa, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai H. Kamaruddin, Camat Sinjai Tengah Syahrul Paesa, serta unsur Tripika Kecamatan Sinjai Tengah.

Bupati Ratnawati menyampaikan bahwa panen perdana jagung hibrida ini memiliki arti penting, karena menjadi simbol dari kerja keras petani sekaligus bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang terus digencarkan pemerintah.

“Panen perdana ini adalah momen yang sangat berarti. Ini bukan hanya tentang hasil pertanian, tetapi tentang semangat dan kerja keras para petani yang patut kita apresiasi,” ujarnya.

Ia berharap hasil panen tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya di Desa Mattunreng Tellue.

“Saya berharap hasil panen ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di desa ini,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan panen jagung ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Sinjai H. Kamaruddin menjelaskan bahwa jagung hibrida merupakan salah satu komoditas unggulan dengan produktivitas tinggi dan potensi pasar yang besar.

“Jagung hibrida memiliki prospek yang sangat baik dalam mendukung swasembada pangan. Dengan pengelolaan yang optimal, komoditas ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Panen jagung di Dusun Topisi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sehingga cita-cita kemandirian pangan di Kabupaten Sinjai dapat terwujud secara berkelanjutan. (iz)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version