PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Di tengah anggapan terjadi kelesuan masyarakat membaca buku, Perpustakaan Universitas Hasanuddin, 18 Mei 2026 menggelar Pekan Literasi di Gedung Perpustakaan Unhas Kampus Tamalanrea. Pameran itu sekaligus menyambut Hari Buku Nasional yang diperingati pada tanggal 17 Mei 2026. Peringatan Hari Buku Nasional dicetuskan pertama kali pada tahun 1980 yang dirangkaikan dengan peringatan berdirinya Perpustakaan Nasional.
Kepala UPT Perpustakaan Unhas Prof.Dr.Munira Hasjim, S.S., M.Hum kepada wartawan di Gedung Perpustakaan Unhas, Senin (20/4/206), menyebutkan, pameran buku ini diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka pengembangan dunia literasi saat ini. Ini bisa dilakukan melibatkan kerja sama dengan mitra sebagai upaya untuk memberi pemahaman tentang perpustakaan yang tidak saja sebagai tempat orang mencari buku, tetapi juga sebagai tempat berdiskusi tentang literasi dan kreasi.
“Untuk memeriahkan Hari Buku Nasional. Perpustakaan Unhas dengan penuh kesadaran melayani mahasiswa dan masyarakat. Hanya saja dengan adanya penerapan “work from home” (WFH) -- kerja dari rumah -- mengakibatkan pelayanan ditutup pada hari Jumat, “ujar Prof. Munira Hasjim yang didampingi Ketua Panitia Pameran Andi Nasri Abduh dan personel panitia lainnya.
Munira Hasjim mengatakan, sehubungan dengan WFH tersebut, pihak Perpustakaan Unhas akan menyelenggarakan survei untuk mengetahui apakah Perpustakaan Unhas tetap memberi pelayanan pada hari WFH Jumat tersebut. Pihak Perpustakaan Unhas juga akan mencoba menerapkan pelayanan yang sebelumnya dilaksanakan hingga pukul 16.00 akan ditambah dua jam hingga ditutup pada pukul 18.00 bergantung hasil survei tersebut.
“Tetapi nanti ini setelah ada hasil survei dari para mahasiswa, kemudian hasilnya akan dilaporkan ke Pimpinan Universitas,” ujar mantan Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas tersebut.
Munira Hasjim menjelaskan, Rektor Unhas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Yang akan dilantik untuk periode kedua pada 27 April 2026 diharapkan akan membuka kegiatan Pekan Literasi ini.
“Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga berjanji akan hadir jika waktunya tidak bersamaan dengan kegiatan lain. Jika ada di Makassar, beliau akan mengusahakan hadir,” ungkap Prof. Munira Hasjim.
Perempuan kelahiran Sungguminasa Gowa, 10 Mei 1971 ini berharap melalui kegiatan pekan literasi ini dapat menjadi ruang kolaboratif yang mendorong lahirnya karya-karya akademik berkualitas serta memperkuat sinergi antara tradisi literasi dan perkembangan teknologi digital. Ia pun berkomitmen menjadikan lembaga yang dipimpinnya sebagai “rumah para pencari ilmu”.
Selain itu, perpustakaan Unhas pun terus berupaya menjadi pusat sumber informasi akademik bagi yang berperan dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui layanan berbasis teknologi dan koleksi yang terus berkembang.
Ketua Panitia Pameran Andi Nasri Abduh menjelaskan, kegiatan Pekan Literasi yang memilh tema “Pengauatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital: Literasi Tanpa Batas Menghubungkan Tradisi dan Teknologi,” ini bertujuan untuk mendukung peningkatan reputasi akademik serta memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus dan masyarakat luas. Oleh sebab itu, terbuka untuk umum bagi seluruh pengunjung perpustakaan.
“Kegiatan pekan literasi ini meliputi beberapa agenda antara lain: “talkshow” literasi yakni ulasan buku dari narasumber serta kiat-kiat dalam penulisannya, selanjutnya penandatanganan kerja sama Perpustakaan Unhas dengan mitranya antara lain dengan Dinas Perpustakaan serta sejumlah penerbit dan toko buku,” ujar Andi Nasri Abduh yang tercatat sebagai salah seorang pegiat literasi di Kota Makassar itu.
Yang tak kalah menariknya, imbuhnya, karena di event ini ada juga pameran buku (book fair). Seremoni pembukaan Pekan Literasi dijadwalkan
berlangsung pada Senin 18 Mei 2026 pukul 09.00 (wita). Salah satu agenda utama adalah talkshow literasi yang menghadirkan empat penulis produktif di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Andi Nasri Abduh mengatakan, kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi panel, yang memberikan kesempatan kepada setiap pembicara akan mengulas buku andalan mereka (masterpiece) serta berbagi strategi dan kiat menulis untuk menghasilkan karya terbaik.
“Para ‘author’ (pengarang) yang akan hadir memberi ‘insight’ (wawasan) adalah Prof. Drs. Burhanuddin Arafah, M.Hum, Ph.D. (bidang Ilmu Budaya dan Sosial Humaniora), Prof. Dr. Andi Adri Arief, S.Pi., M.Si. (bidang Ilmu Kelautan dan Perikanan), Dr. Eddyman, M.Si. (Fakultas MIPA), dan Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H. (bidang Ilmu Hukum) dipandu oleh Anshar Saud, S.Si., M.Farm., Apt., yang juga Sekretaris Perpustakaan Universitas Hasanuddin,” papar Andi Nasri Abduh.
Hal yang menarik nanti adalah di antara ulasan narasumber ada ‘games’ (kuis) yang dipandu oleh personel dari Penerbit Erlangga yang bertindak sebagai sponsor kegiatan ini.
Pada kesempatan yang sama Dr. Iskandar, selaku Koordinator Divisi Pameran mengatakan telah menyiapkan kurang lebih 20 ‘booth’ (stan) untuk para mitra.
“Mereka dipersilakan mengisi dan memamerkan apa saja yang berkaitan dengan literasi kampus. Di bidang UMKM mereka bisa memamerkan bahkan menjual hasil karya produk makanan sebagai bagian dari literasi kuliner dalam kampus,” ujar Iskandar.
Andi Milu Marguna, Koodinator Divisi Kerja Sama mengungkapkan, ada beberapa penerbit yang akan ikut berkolaborasi dalam pekan literasi ini yang kelak dituangkan dalam bentuk penandatanganan draft perjanjian kerja sama (PKS).
“Mitra tersebut antara lain, dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulsel, Penerbit Erlangga, Toko buku, Gramedia, dan lainnya. Juga turut memberi kontribusi sejumlah insan pers, seperti Unhas_TV, harian Fajar, Tribun, Penerbitkan Kampus ‘Identitas’ Unhas dan lainnya.” kunci Andi Milu Marguna. (mda).
