Oleh: Oswar Mungkasa (Penggemar fanatik Brazil)
SAYA pendukung Brasil sejak kecil. Sejak pertama kali mengenal Piala Dunia, tim yang saya dukung selalu Brasil. Dari generasi Romário dan Bebeto, kemudian Ronaldo dan Rivaldo, hingga Neymar dan generasi sekarang. Ada masa ketika Brasil menjadi tim yang ditakuti lawan. Ada pula masa ketika mereka tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan. Namun satu hal tidak pernah berubah: saya tetap mendukung Brasil.
Hari ini Piala Dunia kembali dimulai. Seperti biasa, berbagai ramalan bermunculan. Analisis statistik, simulasi komputer, dan berbagai model perhitungan mencoba memperkirakan siapa yang akan menjadi juara. Ada yang menjagokan Prancis, ada yang memilih Spanyol, ada pula yang meyakini Argentina akan kembali berjaya.
Namun ketika seseorang bertanya negara mana yang saya harapkan menjadi juara, jawaban saya tetap sama seperti puluhan tahun lalu: Brasil.
Padahal saya tahu peluang mereka belum tentu paling besar. Berbagai model statistik bahkan mungkin menempatkan negara lain di posisi yang lebih unggul. Tetapi dukungan terhadap sebuah tim sering kali tidak lahir dari perhitungan peluang. Tetapi tumbuh dari kenangan, pengalaman, dan keterikatan yang terbentuk dalam waktu yang panjang.
Karenanya, ketika berbagai model statistik menjagokan negara lain, bagi seorang pendukung Brasil, Brasil tetap Brasil.
Berbeda Dukungan, Satu Panggung
Mungkin di situlah salah satu keistimewaan Piala Dunia. Miliaran orang di berbagai belahan dunia menyaksikan pertandingan yang sama, tetapi tidak menginginkan hasil yang sama. Pendukung Brasil berharap Brasil menang. Pendukung Argentina berharap Argentina menang. Pendukung Jerman berharap Jerman menang. Begitu pula pendukung negara-negara lainnya.
Semua datang dengan harapan yang berbeda. Namun perbedaan itu tidak membuat Piala Dunia kehilangan maknanya. Justru sebaliknya. Perbedaan itulah yang membuatnya hidup.
Bayangkan jika semua orang mendukung tim yang sama. Tidak akan ada ketegangan, tidak ada perdebatan, tidak ada kegembiraan, tidak ada kegalauan ketika tim unggulan tersandung atau keterkejutan ketika tim yang tidak diperhitungkan membuat kejutan. Piala Dunia menjadi menarik karena setiap orang membawa kesetiaan, harapan, dan cerita yang berbeda.
