Sekretariat SJK turut menyampaikan gagasan untuk mempererat jaringan silaturahmi keturunan para ulama dan tokoh besar Nusantara, termasuk upaya menghidupkan kembali nilai-nilai peradaban Islam yang berakar pada kecintaan kepada ilmu, adab, akhlak mulia, serta tanggung jawab sosial terhadap umat dan lingkungan.
Sebagai bagian daripada rangkaian kunjungan, rombongan dibawa meninjau Istana Balla Lompoa yang kini berfungsi sebagai istana adat dan museum sejarah Kerajaan Gowa. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kompleks makam Raja-Raja Gowa, termasuk makam Sultan Hasanuddin, pahlawan besar Nusantara yang dikenang atas perjuangannya mempertahankan kedaulatan dan kehormatan bangsa.
Rombongan juga berziarah ke Kompleks Makam Katangka yang berada di kawasan Masjid Tua Katangka, salah satu pusat perkembangan Islam tertua di Sulawesi Selatan. Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar peradaban Islam, adat, dan kebudayaan di Tanah Makassar.
Sekretariat Syaikh Jumadil Kubra menyambut baik komitmen Kerajaan Gowa dalam menjaga kesinambungan warisan sejarah, adat, dan nilai-nilai keagamaan. Semangat tersebut diharapkan dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masa depan tanpa melupakan akar sejarah dan identitas peradaban bangsa.
Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya kepada para pendahulu yang telah berjasa, mengurniakan kesehatan, kebijaksanaan, dan keberkahan kepada keluarga besar Kerajaan Gowa, serta menjadikan silaturahmi dan kerja sama ini sebagai jalan bagi terpeliharanya warisan luhur Nusantara untuk generasi mendatang. (*)

