PEDOMANRAKYAT, PAREPARE - Maksud hati memperbaiki kepengurusan Masjid Raya (Mesra) Kota Parepare pasca ketidakaktifan Rahman DJ sebagai sekertaris, justru kehilangan bendaharanya. Rapat revisi kepengurusan seusai shalat ashar, Jum'at (12/12/2025) berlangsung tegang karena perbedaan prinsip antara ketua dengan bendaharanya.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Kota Parepare H. Latif Hafid menginginkan adanya perbaikan kepengurusan dengan mengganti sekertaris yang tidak aktif dan pengurus yang mengundurkan diri dan yang meninggal dunia. Sementara H. Cakra sebagai Bendahara memberi ketegasan bahwa tidak menginginkan ada orang baru dalam kepengurusan. "Saya akan mengundurkan diri jika ada
orang baru," kata H. Cakra.
Rapat yang dipimpin wakil sekretaris Abdul Aziz dengan dihadiri unsur dewan penasehat diantaranya H. Alang Sattung, Imam H. Nurdin Samad dan beberapa jamaah. Agenda utamanya adalah merevisi kepengurusan tanpa kehadiran Rahman DJ selaku sekertaris.
Pada rapat tersebut, H. Latif tidak bisa mengungkapkan alasan Rahman DJ tidak aktif. Sebab Rahman DJ hingga sekarang ini belum memberikan klarifikasi. "Sudah saya chat bahkan saya telpon dia tidak menjawab", ungkap H. Latif.
Menurut H. Latif Hafid, personil kepengurusannya sangat minim dan terbatas sehingga membutuhkan orang baru supaya organisasi bisa jalan. Sementara Abdul Aziz selaku wakil sekertaris tidak mau ambil alih posisi Sekretaris yang ditinggalkan Rahman DJ dengan berbagai alasan. Sehingga H. Latief mempersiapkan sosok Rahman Halede untuk menggantikan posisi Rahman DJ. Sedangkan Rahman Halede sendiri dianggap orang luar.
Perdebatan baru berhenti ketika kubu H. Latief membacakan struktur kepengurusan yang baru dan memang sudah dipersiapkannya. Hal inilah yang memperkuat H. Cakra mengundurkan diri karena dalam kepengurusan ada beberapa orang baru, termasuk Rahman Halede yang dipercayakan sebagai sekertaris. (**)
