Saat Pekik ‘Ewako’ Bergemuruh di Manokwari: Ramah Tamah Kontingen Sulsel dan Kerukunan Keluarga di Rantau

Ramzy
Ramzy 29 Pembaca
7 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MANOKWARI - Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Gedung Aula Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat pada Minggu (21/6/2026) siang. Kurang lebih 400 warga berdarah Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul memadati ruangan, di mana sebagian besar di antaranya merupakan personel Kontingen Pesparawi Sulsel yang siap berlaga dalam ajang akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran jajaran pengurus serta anggota berbagai organisasi kerukunan. Tampak hadir perwakilan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tingkat Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Papua Barat dan Manokwari, Ikatan Pemuda Toraja Papua Barat, hingga Kerukunan Keluarga Maros (KKM) Papua Barat.

Pertemuan lintas generasi ini dikemas dalam sebuah agenda silaturahmi bertajuk "Ramah Tamah Kontingen Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pengurus KKSS Papua Barat, Pengurus IKT Papua Barat dan IKT Manokwari". Hajatan yang kental dengan nuansa kekeluargaan tersebut juga dihadiri oleh pejabat Pemprov Sulsel, Kanwil Kemenag Sulsel, PGIW Sulselra, LPPD Sulsel, LPPD Makassar, serta anggota DPRD Kabupaten Manokwari.

Prosesi acara dibuka khidmat lewat doa syukur yang dipimpin oleh Ketua PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, S.Th. Setelah itu, panggung sambutan diawali oleh Ketua IKT Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, ST, yang dengan tangan terbuka menyampaikan ucapan selamat datang di Manokwari kepada seluruh kontingen yang akan berkompetisi di Pesparawi Nasional XIV.

"Kami masyarakat Toraja yang menetap di sini, merasa sangat bahagia bisa bertatap muka langsung dengan saudara-saudara sedarah dan sekampung halaman yang datang jauh-jauh ke tanah rantau Papua ini. Momen ini menjadi pelepas rindu sekaligus ruang untuk berbagi kisah tentang tanah leluhur di Sulsel, khususnya Toraja, serta bagaimana kehidupan kami bertahan dan berkembang di perantauan Papua Barat," tuturnya penuh haru.

Baca juga :  Mengenang Remy Sylado dengan Puisi ‘Mbeling’-nya

Ia juga mengisahkan bagaimana kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara sesama warga diaspora Toraja. Semangat persatuan dan kekompakan mereka terus terjaga erat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial, termasuk tradisi gotong royong yang selalu hidup dalam suasana suka maupun duka.

"Kami warga Toraja di Papua Barat, khususnya yang berada di Manokwari, akan selalu mengiringi langkah perwakilan Sulsel dengan doa. Semoga seluruh peserta mampu mempersembahkan prestasi terbaik yang membanggakan bagi masyarakat di Bumi Sawerigading, Papua Barat, Manokwari, hingga ke seluruh penjuru Indonesia," tambah Kornelius.

Sambutan hangat berikutnya datang dari Sekretaris BPSDM Provinsi Papua Barat, Dr. Edison Ompe, S.Pd, M.Pd. Hadir mewakili Kepala BPSDM, instansinya mendapat kehormatan dan amanah spesial untuk menjadi orang tua angkat bagi Kontingen Pesparawi Sulsel selama masa kompetisi di Manokwari.

"Sebuah kebanggaan besar bagi kami dipercaya menjadi orang tua angkat Kontingen Pesparawi Sulsel, dan kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Bagi kami, ini bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan bagaimana kita merawat tali persaudaraan sesama umat Kristiani se-Indonesia serta menggaungkan indahnya toleransi di Bumi Cendrawasih yang kaya akan keberagaman ini," ujar Edison, yang kemudian melanjutkan acara dengan prosesi tukar cinderamata bersama Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th.

Gelora cinta kampung halaman mendadak membakar semangat seisi ruangan saat Wakil Ketua KKSS Provinsi Papua Barat, H. Abdul Fatah, naik ke podium. Begitu ia mengucapkan selamat datang, pekikan yel-yel "Sulawesi Selatan..... Ewakoo!" langsung bergemuruh memecah atmosfer aula, disuarakan kompak oleh seluruh hadirin.

Dalam kesempatannya, Abdul Fatah membagikan pengalamannya yang sudah 56 tahun menetap di Papua Barat dengan rasa aman dan damai. Menurutnya, harmoni ini tercipta berkat filosofi mendalam "Satu Tungku, Tiga Batu" yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua, menjadikan toleransi beragama di wilayah ini begitu luar biasa.

Baca juga :  Berikan Pelayanan Prima, Satpolairud Polres Pelabuhan Makassar Bantu Masyarakat Turun Dari Kapal

Ia juga memperkenalkan filosofi "Rumah Kaki Seribu", sebuah rumah dengan banyak tiang penyangga namun tanpa sekat kamar di dalamnya. Simbol ini menegaskan bahwa tidak ada sekat pemisah dalam kehidupan sosial di Papua Barat; semua orang hidup saling menopang, yang mengantar Papua Barat meraih predikat pertama kerukunan beragama di Indonesia pada periode 2017–2019, hingga Manokwari dijuluki Kota Injil dan Kota Beriman.

"Titip pesan untuk saudara-saudaraku, jika nanti sudah kembali ke Sulawesi Selatan, kabarkan kepada keluarga dan kerabat di sana bahwa Papua Barat itu sangat aman, nyaman, dan masyarakatnya luar biasa ramah," pungkas Abdul Fatah sebelum menutup sesinya dengan bertukar suvenir bersama Pdt. Adrie O. Massie.

Di sisi lain, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan pesan mendalam melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP. Gubernur menekankan bahwa ajang Pesparawi bukan sekadar panggung unjuk suara, melainkan ladang penguatan iman, wadah persekutuan, dan momentum merayakan keberagaman.

"Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Sulsel berpesan agar kontingen tetap menjunjung tinggi sportifitas, etika, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan. Tampilkan performa terbaik agar kita bisa kembali membawa pulang prestasi nasional yang membanggakan nama Sulawesi Selatan," urai Dr. Since Erna Lamba yang juga mengemban tugas sebagai Sekretaris LPPD Sulsel.

Menambah bobot kemeriahan acara ramah tamah yang juga diisi oleh unjuk bakat para duta suara Sulsel ini, sambutan berturut-turut turut disampaikan oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Aminuddin, S.Ag, M.Ag (mewakili Kakanwil), serta Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie.

Panggung setelahnya langsung diguncang oleh penampilan memukau dari para solois dan tim paduan suara. Secara bergantian, unjuk gigi ditampilkan oleh Paduan Suara Anak, Vokal Grup, Solo Anak (usia 7–10 tahun dan 11–15 tahun), Solo Remaja Pemuda Putra-Putri, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, hingga Musik Gerejawi Nusantara. Para talenta emas yang siap menggetarkan panggung Pesparawi Nasional ini merupakan utusan terbaik dari LPPD Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, dan Luwu Timur.

Baca juga :  Sekretaris Disdikbud Pinrang Buka Kegiatan Pengabdian Masyarakat FIB Unhas

Acara yang bergulir dari siang hingga menjelang sore tersebut ditutup dengan sesi santap siang bersama. Hidangan khas yang disajikan langsung oleh pengurus IKT dan IPT Manokwari menambah kehangatan momen, sebelum akhirnya seluruh hadirin melakukan sesi foto bersama dan saling bersalaman.

Sebagai awal dari rangkaian kegiatan, pada pagi harinya seluruh elemen Kontingen Pesparawi Sulsel—mulai dari peserta, pelatih, ofisial, pendamping, hingga panitia—telah melaksanakan ibadah Minggu bersama di lokasi yang sama. Kebaktian tersebut dilayani oleh majelis jemaat Gereja Protestan Indonesia (Manokwari) dan dipimpin langsung oleh Pendeta Melanton Luden, S.Th. (*)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!