Sambangi Kantor PWI Sulsel, Kepala TVRI Makassar Siap Kolaborasi Tangkal Hoaks dan Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Ramzy
Ramzy 34 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Selatan, Andi Fahruddin, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel di Jalan Maccini Sawah, Makassar, pada Jumat (19/6). Kunjungan ini bertepatan dengan momen syukuran penempatan kantor PWI Sulsel.

​Kedatangan Andi Fahruddin disambut hangat oleh Ketua PWI Sulsel, Suwardy Thahir, yang didampingi oleh sejumlah fungsionaris seperti Mappiar, Ronald Ngantung, serta beberapa calon pengurus lainnya.

​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Andi Fahruddin menyampaikan ucapan selamat atas kantor baru PWI Sulsel sekaligus membuka ruang kolaborasi yang luas. Pria berdarah blasteran Soppeng dan Jawa ini menegaskan komitmen TVRI Makassar untuk mendukung penuh program kerja PWI Sulsel, terutama dalam peningkatan kapasitas dan keterampilan para jurnalis.

​"Kami siap membantu semampunya setiap program yang dicanangkan oleh PWI Sulsel," ujar Fahruddin.

​Soroti Tantangan Hoaks dan Wartawan Gadungan

​Di sisi lain, Andi Fahruddin juga memanfaatkan momentum ini untuk berbagi keluh kesah mengenai dinamika lapangan yang dihadapi timnya di sejumlah kabupaten/kota, salah satunya di Kota Palopo. Ia menyoroti maraknya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang kerap mengaku-ngaku sebagai anggota PWI untuk kepentingan tertentu.

​Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Sulsel, Suwardy Thahir, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem komunikasi yang sehat. Ia menjelaskan bahwa di dalam tubuh PWI Sulsel terdapat dua elemen utama, yakni pimpinan media dan jurnalis, yang terus bersinergi membangun profesionalisme.

​Suwardy juga menaruh harapan besar kepada lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI dalam menghadapi era digital saat ini. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, kedua media tersebut harus menjadi benteng utama dalam memerangi maraknya berita bohong (hoaks).

​"Saat ini penyebaran berita hoaks kian marak dan meresahkan masyarakat. TVRI dan RRI adalah media yang memiliki kredibilitas tinggi dan teruji, sehingga diharapkan mampu menjadi filter untuk menangkal hoaks tersebut," jelas Suwardy.

Baca juga :  Mentan Amran Kawal Pengembangan Kopi dan Kakao di Sulsel

​Menutup pertemuan, Suwardy berharap agar ke depannya penertiban organisasi dapat berjalan lebih ketat, sehingga tidak ada lagi oknum atau "wartawan gadungan" yang dengan mudah mencatut nama besar PWI di daerah-daerah. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!