PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA – Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali membuktikan kepedulian nyatanya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memberdayakan warga lokal. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), UNHAS menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani melalui Budidaya Bawang Merah Pekarangan Berbasis Biostimulan Air Kelapa di Desa Bontolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba”.
Aksi sosial yang bergulir sejak Mei hingga November 2026 ini disokong penuh oleh pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHAS. Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi kampus dalam menyebarluaskan inovasi ilmiah demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
Agenda strategis ini dinakhodai oleh Prof. Dr. Ir. Fachirah Ulfa, MP, dengan diperkuat oleh jajaran pakar lainnya, yakni Prof. Dr. Ir. Elkawakib Syam, Dr. Ir. Vien Sartika Dewi, M.Si, dan Dr. Ir. Heliawaty, M.Si. Tak hanya para dosen, program ini juga memboyong mahasiswa UNHAS, Ahmad Dzaky Mubarak, yang aktif mendampingi warga dalam setiap sesi praktik di lapangan.
Adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Masumange Desa Bontolohe yang digandeng sebagai mitra. Selama ini, para anggotanya memiliki lahan pekarangan rumah yang cukup luas namun belum dikelola secara produktif untuk menopang dapur atau dompet keluarga. Celah inilah yang mendorong tim UNHAS untuk membagikan teknik budidaya yang praktis, murah, dan aplikatif.
Kepada awak media pada Sabtu (20/6/2026), Ketua Tim Pengabdian, Prof. Fachirah Ulfa, menekankan bahwa pekarangan rumah sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai benteng ketahanan pangan keluarga, khususnya di era saat lahan produktif kian menyusut dan harga pangan terus bergejolak.
“Jika dikelola dengan cerdas, pekarangan bukan cuma bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tapi juga berpotensi jadi sumber penghasilan tambahan. Di sini, kami mengajak warga memanfaatkan potensi lokal yang melimpah dan murah, yaitu menyuburkan tanaman bawang merah lewat formula biostimulan dari air kelapa,” tutur akademisi yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 angkatan 1982 tersebut.
Pada hari pertama, antusiasme peserta langsung dipicu lewat pembekalan materi. Mereka diajak memahami cara memaksimalkan fungsi pekarangan, teknik menanam bawang merah menggunakan media polybag, strategi menghalau hama dan penyakit, hingga analisis peluang bisnis tani berskala rumah tangga.
