Sosialisasi P4GN di Kecamatan Manggala, MAKI dan Pemerintah Perkuat Gerakan “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba”

Ramzy
Ramzy 63 Pembaca
6 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) terus digencarkan di Kota Makassar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi P4GN Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 dengan tema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Manggala, Jalan Bitowa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga anti narkoba, serta masyarakat dalam memperkuat komitmen bersama memerangi penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi ancaman serius, khususnya di lingkungan keluarga dan generasi muda.

Sosialisasi ini dihadiri oleh unsur Tripika Kecamatan Manggala, para Ketua RT dan RW, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Satuan Reserse Narkoba, Dinas Sosial Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, serta perwakilan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), yakni Ketua Tim Pengujian Obat dan Napza, Dra. Ina Tanujaya, Apt., M.Sc.

Dalam sambutannya, Camat Manggala, Ahmad, S.Sos, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kota Makassar dan Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya narkoba.

Menurutnya, Kecamatan Manggala merupakan salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius terkait peredaran narkotika. Ia mengungkapkan bahwa peredaran narkoba saat ini tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mulai merambah anak-anak dan remaja.

“Luar biasa sinergi antara MAKI Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Manggala. Wilayah kami memang termasuk daerah yang rawan terhadap peredaran narkoba. Bahkan, dampaknya sudah menyentuh anak-anak. Karena itu, kami berharap seluruh elemen masyarakat, terutama RT dan RW, dapat bersama-sama mendukung upaya pencegahan ini,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan bahwa Kecamatan Manggala memiliki 79 RW dan 437 RT yang menjadi potensi besar dalam membangun sistem pengawasan lingkungan berbasis masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh perangkat wilayah, ia optimistis gerakan pencegahan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca juga :  Niat

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari yang dinilai sebagai waktu rawan terjadinya berbagai tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkoba.

“Sebagai orang tua, kita harus menjaga dan mengawasi anak-anak kita. Di atas pukul 22.00 WITA merupakan jam-jam rawan yang sering dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas negatif. Ditambah lagi keberadaan geng motor yang juga menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia menambahkan, posisi geografis Kecamatan Manggala yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros turut menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran narkotika. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi lintas sektor akan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.

“Kami bersama MAKI akan terus berkomunikasi dengan RT dan RW untuk menyusun strategi yang tepat agar program pencegahan ini berjalan dengan baik, terukur, dan berkesinambungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Manggala, Samuel To'longan, SH., MH., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung berbagai program pencegahan narkoba di wilayah hukum Polsek Manggala.

Ia menilai kegiatan sosialisasi yang digagas MAKI sangat membantu tugas pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menekan angka penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Manggala. Kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman MAKI sangat membantu program pemerintah, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Menurut Samuel, para pelaku kejahatan, termasuk jaringan peredaran narkoba, kini terus mengubah pola dan strategi dalam menjalankan aksinya. Mereka cenderung memanfaatkan situasi ketika pengawasan masyarakat mulai berkurang.

“Transaksi narkoba saat ini tidak lagi dilakukan di tempat-tempat ramai. Mereka mencari waktu dan situasi yang dianggap aman, seperti saat malam hari atau ketika masyarakat sedang beristirahat. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Walikota Bersama Ketua DPRD Kota Makassar Hadiri Perayaan Peringatan 110 Tahun Injil Masuk Toraja

Ia menegaskan bahwa keterlibatan RT, RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam mendeteksi serta mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

“Kami selalu menyampaikan dalam setiap kegiatan agar masyarakat membantu pemerintah dan aparat keamanan. Karena bagaimanapun, TNI, Polri maupun pemerintah daerah memiliki keterbatasan personel dan jangkauan pengawasan. Dukungan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pemberantasan narkoba,” tegasnya.

Samuel juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan guna mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika.

“Kami bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus melakukan patroli dan pemantauan wilayah. Tujuannya adalah mempersempit pergerakan jaringan peredaran narkoba yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Pembina MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Sulawesi Selatan, M. Yusri Maliang, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Manggala terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia mengaku bersyukur melihat antusiasme pemerintah kecamatan dan masyarakat yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kecamatan Manggala. Bahkan, Camat Manggala secara langsung memfasilitasi kegiatan ini. Hal ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat untuk menjadikan wilayah Manggala bebas dari narkoba,” ujarnya.

Yusri menjelaskan bahwa sosialisasi P4GN yang dilaksanakan di Kecamatan Manggala merupakan bagian dari program MAKI Sulawesi Selatan yang menargetkan seluruh kecamatan di Kota Makassar.

“Sesuai program lembaga kami, MAKI menyisir 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar. Kecamatan Manggala menjadi titik keempat yang kami kunjungi. Kami berharap melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat semakin meningkat dan mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba,” tuturnya.

Baca juga :  Kasdam XIV/Hasanuddin Pimpin Taklimat Awal PDTT BPK RI

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, seluruh pihak yang hadir berharap terbentuknya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi melindungi generasi masa depan bangsa. (And)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!