“Sudah menuju di atas 40 persen penimbunannya. Area yang lebih curam sementara masih menjadi lokasi penampungan sampah yang dibawa truk pengangkut,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama belum optimalnya pemilahan sampah dari sumbernya.
Menurut dia, masih banyak sampah yang dikirim ke TPA dalam kondisi tercampur sehingga menyulitkan proses pengelolaan dan menghambat upaya menjadikan TPA hanya sebagai lokasi pembuangan residu.
“Belum semua wilayah masif melakukan pemilahan. Masih banyak truk yang datang membawa sampah yang tercampur sehingga bukaan yang seharusnya hanya diisi residu masih harus menampung sampah dalam jumlah besar,” katanya.
Munafri optimistis volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara bertahap apabila proses pemilahan di tingkat masyarakat berjalan maksimal.
Ia menegaskan, persoalan sampah sesungguhnya berada di lingkungan masyarakat, sedangkan TPA hanya menjadi lokasi akhir pembuangan.
“Sampah itu ada di wilayah kelurahan dan kecamatan, di sini hanya tempat pembuangannya. Karena itu tempat pembuangan harus diminimalisir. Yang masuk ke TPA seharusnya hanya residu,” tegasnya.
Untuk mendukung perubahan sistem pengelolaan sampah, Pemkot Makassar juga menyiapkan regulasi yang diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah.
Menurut Munafri, pengelolaan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Karena persoalan kota secara keseluruhan, semua harus ambil bagian dan ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu terlihat dari banyaknya sampah yang berserakan di sejumlah ruang publik setelah digunakan beraktivitas.
Karena itu, pemerintah kota terus melakukan pembenahan sekaligus mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.
“Kami juga mengharapkan adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik,” tutup Munafri. (Hdr)

