Pada pemeriksaan kepala, CT Scan dapat mendeteksi cedera otak, stroke, maupun perdarahan dengan cepat. Untuk bagian dada, alat ini mampu mengevaluasi kondisi paru-paru serta mendeteksi infeksi maupun kanker. Sementara pada area perut dan panggul, CT Scan dapat membantu memeriksa kondisi hati, ginjal, pankreas, limpa, hingga organ reproduksi.
“Kalau rontgen hanya melihat bagian tertentu seperti dada atau tulang, CT Scan jauh lebih lengkap karena bisa memeriksa hampir seluruh bagian tubuh, dari kepala hingga kaki. Ini kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat Wajo,” jelas Fery.
Ia berharap Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan instansi terkait segera berbenah serta mempercepat peningkatan kapasitas listrik agar alat CT Scan tersebut dapat segera masuk dan beroperasi di Kabupaten Wajo.
“Jangan sampai kesempatan ini hilang karena kita tidak siap. Nilai alat ini mencapai miliaran rupiah dan akan sangat sulit jika harus dibeli sendiri oleh daerah. Yang paling penting adalah manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, kesiapan sarana pendukung harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Fery menambahkan, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Enrekang, telah lebih dahulu memiliki fasilitas CT Scan. Karena itu, Wajo diharapkan tidak tertinggal dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Jangan sampai daerah lain sudah menikmati pelayanan kesehatan yang lebih modern, sementara Wajo justru kehilangan kesempatan hanya karena persoalan kesiapan infrastruktur. Ini harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (Deden)

