PEDOMANRAKYAT, WAJO - Anggota DPRD Wajo, Fery Surachmat, mendesak pemerintah daerah dan pihak rumah sakit untuk segera menuntaskan kesiapan sarana dan prasarana guna menerima bantuan alat CT Scan dari Kementerian Kesehatan.
Menurut Ferry, bantuan alat CT Scan untuk Kabupaten Wajo sebenarnya sudah tersedia dan saat ini dalam kondisi siap dikirim. Namun, alat tersebut belum dapat didistribusikan karena rumah sakit penerima belum memenuhi persyaratan infrastruktur pendukung, terutama terkait instalasi listrik dan peningkatan kapasitas daya.
"Barangnya sudah ada, tinggal menunggu kesiapan rumah sakit. Kendalanya saat ini adalah peningkatan daya dan instalasi listrik yang harus segera diselesaikan. Kalau tidak siap dalam waktu tertentu, kita bisa kehilangan kesempatan mendapatkan alat tersebut dan harus kembali masuk daftar tunggu," ujarnya pada Selasa (9/6/2026)
Fery menegaskan bahwa keberadaan CT Scan sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Wajo. Selama ini, banyak pasien terpaksa dirujuk ke daerah lain, seperti Kabupaten Soppeng, untuk mendapatkan layanan pemeriksaan CT Scan.
"Kalau alat ini sudah ada di Wajo, masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk pemeriksaan. Ini akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam menegakkan diagnosis secara cepat dan akurat," katanya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Karena itu, seluruh pihak terkait diminta bergerak cepat agar kesempatan tersebut tidak terlewatkan.
CT Scan (Computed Tomography Scan) merupakan alat pencitraan medis yang mampu menghasilkan gambar detail organ dalam tubuh, tulang, pembuluh darah, hingga jaringan lunak. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi berbagai penyakit, seperti stroke, tumor, kanker, perdarahan internal, patah tulang, hingga berbagai kelainan organ lainnya.
Pada pemeriksaan kepala, CT Scan dapat mendeteksi cedera otak, stroke, maupun perdarahan dengan cepat. Untuk bagian dada, alat ini mampu mengevaluasi kondisi paru-paru serta mendeteksi infeksi maupun kanker. Sementara pada area perut dan panggul, CT Scan dapat membantu memeriksa kondisi hati, ginjal, pankreas, limpa, hingga organ reproduksi.
"Kalau rontgen hanya melihat bagian tertentu seperti dada atau tulang, CT Scan jauh lebih lengkap karena bisa memeriksa hampir seluruh bagian tubuh, dari kepala hingga kaki. Ini kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat Wajo," jelas Fery.
Ia berharap Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan instansi terkait segera berbenah serta mempercepat peningkatan kapasitas listrik agar alat CT Scan tersebut dapat segera masuk dan beroperasi di Kabupaten Wajo.
"Jangan sampai kesempatan ini hilang karena kita tidak siap. Nilai alat ini mencapai miliaran rupiah dan akan sangat sulit jika harus dibeli sendiri oleh daerah. Yang paling penting adalah manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, kesiapan sarana pendukung harus menjadi perhatian serius pemerintah," tegasnya.
Fery menambahkan, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Enrekang, telah lebih dahulu memiliki fasilitas CT Scan. Karena itu, Wajo diharapkan tidak tertinggal dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Jangan sampai daerah lain sudah menikmati pelayanan kesehatan yang lebih modern, sementara Wajo justru kehilangan kesempatan hanya karena persoalan kesiapan infrastruktur. Ini harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya. (Deden)

