69 Persen Kasus Meninggal, Umumnya Tidak Vaksinasi Lengkap

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT - Makassar.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.

Bagi yang telah mendapatkan dosis satu, untuk segera melengkapi vaksinasi dosis dua dan booster.

[caption id="attachment_1461" align="aligncenter" width="768"] Gambaran perkembangan Covid gelombang ke-3 di Indonesia. (Dok.Pemprov Sulsel)[/caption]

Hal itu disampaikan Andi Sudirman usai mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM yang dipimpin Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto secara virtual, Minggu, 13 Februari 2022.

Rakor tersebut juga dihadiri Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Keuangan, Panglima TNI, Asops Kapolri, Kepala BNPB, Gubernur, Bupati-Wali Kota serta Forkopimda.

"Sepekan terakhir ini, lima kasus kematian di Sulsel. Ternyata mereka belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Ayo segera vaksin lengkap!," pintanya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan yang diutarakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Ada dua kunci dalam penanganan varian omicron, yakni percepatan vaksinasi dan meningkatkan protokol kesehatan.

Apalagi, penularan varian omicron lebih cepat daripada varian delta. Angka meninggal diantaranya 69 persen belum vaksin lengkap dan 31 persen vaksin lengkap.

"Hal ini menjadi catatan,vaksinasi memberi manfaat sebagai ikhtiar dalam mencegah gejala berat dan fatality (kematian)," tuturnya.

Olehnya itu, seluruh masyarakat diharapkan mempercepat vaksinasi Covid-19 dosis dua dan vaksinasi untuk lansia.

Perkembangan Covid-19 di Sulsel per tanggal 12 Februari 2022 positif aktif berjumlah 2.997 atau 2,65 persen, angka kesembuhan 95,37 persen, angka kematian 1,99 persen.

Meski begitu, lanjut Andi Sudirman, keterisian tempat tidur (BOR) Isolasi dan ICU dan Isolasi kita masih rendah. BOR isolasi sekitar 9 persen dan BOR ICU sekitar 3 persen.

Kasus konfirmasi harian satu minggu terakhir sekitar 2.608 kasus baru dengan laju kasus positif per 100.000 penduduk sebesar 29,1 persen.

Baca juga :  Audiensi dengan Kadin, Kapolri Kedepankan Pendampingan - Pencegahan Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Sementara laju kematian per 100.000 penduduk dalam 7 hari terakhir adalah 0,06 persen.

"Kasus konfirmasi yang signifikan rawat inap secara cara umum dalam satu minggu terakhir masih berada berada pada angka 1,75 per 100.000 penduduk," jelasnya.

Cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan, untuk Dosis ke-1 telah mencapai 5.804.611 orang atau 82,24 persen, sedangkan Dosis ke-2 sebanyak 3.769.165 orang atau 53,40 persen.

Untuk lansia, vaksinasi Dosis ke-1 telah mencapai angka 64,33 persen dan Dosis ke-2 sebesar 37,42 persen.

Kesiapsiagaan Pemprov Sulawesi Selatan menghadapi gelombang ketiga ini diantaranya pelaksanaan PPKM dan Prokes secara konsisten, penyiapan TT Isolasi, penyiapan oksigen dan nakes.

Selain itu dilakukan percepatan vaksinasi melalui program kebut vaksinasi, layanan telemedicine Hallo Dokter bagi yang melakukan isolasi mandiri, penguatan tracing dan testing, serta pengawasan pengetatan pintu-pintu masuk Sulsel. (ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...