Soal Komoditas Ekspor, Saatnya Sulsel ‘Jajah’ Negara Lain

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT - Makassar.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan Pemprov Sulsel senantiasa berupaya meningkatkan dan mengambangkan UMKM.

Upaya tersebut diantaranya peningkatan kualitas produk melalui konsultasi kemasan produk bagi UMKM, fasilitasi sertifikasi produk serta pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan SDM bagi UMKM.

Hal ini diungkapkan Andi Sudirman pada acara opening ceremonial Semangat Pinisi, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Berwisata di Indonesia (BWI) "Recover Together, Recover Stronger", yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari Makassar, Kamis (24/2/2022).

[caption id="attachment_3143" align="alignnone" width="768"] Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pada acara opening ceremonial Semangat Pinisi, Gerakan Nasional BBI, BWI "Recover Together, Recover Stronger" di Anjungan Pantai Losari Makassar, Kamis, 24 Februari 2022. (Dok.Pemprov Sulsel)[/caption]

"Alhamdulilah UMKM kami di Sulawesi Selatan, menginstruksikan CSR perusahaan itu menyasar untuk pengembangan UMKM. Kita beri pendampingan seperti sertifikasi gratis, standarisasi dan packagingnya," ungkap Andi Sudirman.

Saat ini, produk UMKM seperti pengolahan rempah- rempah menjadi komoditas andalan. Bahkan beragam rempah-rempah dari Sulsel telah diekspor ke luar negeri.

"Kalau kita dulu dijajah. Sekarang kita menjajah negara lain dengan (ekspor) rempah-rempah," pungkasnya.

UMKM di Sulsel saat ini mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, pada tahun 2019 tercatat lebih dari 940 ribu unit usaha, kemudian menjadi sekitar 1,2 juta pada 2020 dan meningkat lagi jumlahnya menjadi 1,5 juta unit usaha pada 2021.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Nasional. Inilah yang kami terus dorong sebagai cikal bakal untuk meningkatkan UMKM, karena kestabilan sektor ekonomi di Sulsel yang tidak pernah goyang adalah UMKM. Kita harap dengan support dari Menko dan BI yang tidak lain (dukungan) menjadikan Sulsel sebagai terdepan sebagai hub di Indonesia Timur," tegasnya.

Baca juga :  Penceramah Masjid Kubah 99 Harus Hafal Alquran 5 Juz dan Bebas Afiliasi Teroris

Sementara itu, Menko Marves, Luhut B. Panjaitan mengapresiasi upaya Pemprov dalam pendampingan dan pengembangan UMKM. Luhut mengaku, peran UMKM sangat penting dalam perekonomian. Ia pun mendorong aksi afirmatif bagi produk dalam negeri.

Peningkatan jumlah UMKM juga diketahui berdampak pada Ekspor Sulsel. Pada tahun 2021 ekspor senilai Rp 23,81 Triliun atau tumbuh 21,15 dari tahun sebelumnya.(ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Masyarakat Toraja di Tana Luwu, IKAT Pemersatu dan Andil Pembangunan di Daerah

PEDOMANRAKYAT, LUWU RAYA - Bupati/Walikota di 4 (empat) Pemerintah di Tana Luwu (Luwu Raya), mengakui sumbangsih luar biasa...

Jelang Pemeriksaan BPK, Disdik Sulsel Kebut Rekonsiliasi Dana BOSP Sekolah

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menegaskan percepatan rekonsiliasi dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)...

Hj. Buaidah bint H. Achmad Orang Tua Tunggal nan Lahirkan Dua Profesor

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Sekali waktu Ibu Hj. Buaidah binti H.Achmad ke kamar mandi. Itu beberapa tahun silam. Di...

Ketua MUI Sulsel AG Prof.Dr.H.Najamuddin Abd.Syafa, M.A., “Mati Bagaikan Sebuah Pintu”

Ketua MUI Sulsel AGH Prof.Dr. Najamuddin Abd.Syafa (duduk, kiri) didampingi Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A. (Foto:mda). PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ketua...