PEDOMANRAKYAT.CO.ID.MAKASSAR--Musyawarah Nasional ke-VII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang Senin (21/3) dibuka Gubernur Sulsel, Andi Sudirman di Phinisi Ballroom Hotel Claro berjalan cukup alot.
[caption id="attachment_6790" align="alignnone" width="300"] Willianto Tanta, (naju hitam) dua dari kiri. (foto:Pedomanrakyat.co.id).[/caption]
Setelah tahapan pengumuman demisioner Ketua Umum PSMTI periode sebelumnya, David Herman Jaya dan pengurus lama, panitia lanjut mengumumkan bakal calon Ketua Eddy Hussy dan Deddy Rochimat, masing-masing dari Batam dan Banten mengundurkan diri. Akhirnya menyisakan calon tunggal Wilianto Tanta.
Selanjutnya dijadwalkan, proses penetapan dan pelantikan akan dilaksanakan, Selasa 22 Maret 2022.
Calon tunggal Ketua PSMTI periode 2022 - 2027, Wilianto Tanta saat ditemui wartawan Pedomanrakyat.co.id mengungkapkan, sebelumnya terdapat lima calon, namun yang hadir saat ini hanya tiga orang.
"Saya salut terhadap seluruh anggota dari berbagai daerah yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, kami ini organisasi sosial, artinya bermarga-marga. Kami menginginkan suatu persaingan yang sehat dalam pemilihan ketua umum PSMTI ini", ujar Willianto kepada pedomanrakyat.co.id.
Dikatakannya, dari hasil pertemuan semalam, Eddy Hussy memberikan sinyal akan mendukung saya, sedangkan Deddy menyampaikan kepada saya terkait dukungannya, tadi sore.
Pantauan pedomanrakyat.co.id, jalannya Munas sempat alot dan memanas, namun karena kesadaran para anggota PSMTI dari berbagai daerah, mereka melihat hal ini paguyuban sosial, akhirnya situasi bisa mereda.
Sejumlah visi dan misi dari PSMTI itu mandiri, yaitu seluruh anggotanya harus berfikir bagaimana caranya agar bisa tetap menghidupkan organisasi ini dari sisi ekonomi.
"Artinya, organisasi ini benar-benar sosial dan pengurus harus siap untuk mengeluarkan biaya-biaya secara pribadi", imbuh Willi sapaan akrab Wilianto Tanta.
Selain itu, PSMTI juga memiliki banyak simpatisan yang bisa membantu untuk kelangsungan dari organisasi sosial ini. Saya mohon Do'a dan dukungan dari seluruh pengurus serta anggota PSMTI, ini organisasi besar, saya tidak akan mampu kalau sendiri", pinta Willianto Tanta. Warga Tionghoa jumlahnya sekitar 15 juta jiwa atau 5 persen dari seluruh penduduk Indonesia, berarti ini merupakan amanah tersendiri bagi Wilianto Tanta, untuk menyatukan PSMTI yang notabene saat ini berjumlah 30 Provinsi.
"Setelah dilantik nanti, saya akan berupaya meggenapkan jumlah PSMTI yang sebelumnya hanya 30, menjadi 34 Provinsi", ucap Owner hotel Claro ini.
Perlu diingat, pendidikan sekolah formal yang tinggi belum tentu menjadikan seseorang itu berhasil, tapi tergantung bagaimana usaha dan jerih payah kita sehingga bisa menjadi mapan, latarbelakang Wilianto Tanta, pengusaha yang memulai karirnya merangkak dari bawah ini. (Hnd)