Pengamat Kebijakan Publik, Donny Irawan : Pemecatan Dr Terawan Merupakan Sikap Arogan dan Tendensius

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, BANDAR LAMPUNG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat mantan Menteri Kesehatan Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) dari keanggotaan. Pemberhentian dilaksanakan selambat-lambatnya 28 hari kerja. Pemecatan dilakukan berdasarkan hasil keputusan Muktamar Ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat (25/03/2022).

Pengamat Kebijakan Publik dari Media, Donny Irawan berpendapat, pemecatan Dokter Terawan oleh Ketua IDI merupakan sikap arogan dan tendensius. Ia mendorong agar IDI mencabut surat pemecatan terhadap Dokter Terawan.

“Kita minta cabut surat pemecatannya. Orang pandai di Indonesia akan kabur keluar negeri kalau seperti ini jika tidak mendapatkan tempat. Sekelas Dokter Terawan keahliannya luar biasa di dunia kedokteran dipecat IDI,” kata Donny, Sabtu (26/03/2022).

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Donor Darah Warnai Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Sidrap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Dari Swasembada ke Hilirisasi, Mentan Amran Perkuat Sinergi dengan Media

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menggelar dialog terbuka bersama puluhan pimpinan media yang tergabung...

PLN Sinjai Jadwalkan Pemadaman Listrik di Sinjai Timur dan Selatan

PEDOMANRAKYAT, SINJAI – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sinjai kembali menjadwalkan pemadaman listrik sementara dalam rangka pemeliharaan dan...

Pionir di Sulsel, Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera Cetak Rekor RAT Tercepat Tahun Buku 2025

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera Sulawesi Selatan kian mengukuhkan eksistensinya dalam mengimplementasikan tata kelola organisasi yang...

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...