PEDOMANRAKYAT.BOGOR---Untuk memutuskan sesuatu, yakinlah pada hati yang bersih. Itu adalah suara TUHAN, sehingga tidak usah terpaku apalagi sampai memusingkan pendapat orang lain.
Hal di atas saya sampaikan kepada beberapa teman yang sedang bimbang atas nasib dan kehidupannya. Sehingga berencana "banting stir" untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Saat belum melangkah, baru cerita tentang rencananya "banting stir", teman-teman itu sudah mendapat tentangan. Bahkan ada yang meremehkan mereka.
Berbagai pendapat yang disampaikan nadanya hampir sama. Menganggap kalau "banting stir" kualitas pekerjaannya menurun dibandingkan sebelumnya.
Hal itu berpengaruh pada mereka yang menjalankannya. Karena kualitasnya menurut maka dinilai terjadi kemunduran. Degradasi yang akan menurunkan nilai mereka yang menjalaninya.
Berbagai pendapat itu membuat mereka bimbang untuk melangkah. Khawatir gagal. Apalagi awalnya sudah diremehkan.
Menyikapi itu saya sarankan kalau memang sudah mantap, jalan terus sesuai rencananya. Paling utama semuanya dilandasi hati yang bersih dan niat yang baik.
Abaikan Respon Negatif. Semua respon negatif agar dijadikan "bahan bakar". Berusaha menjalani pilihannya dan konsisten melaksanakannya hingga berhasil. Abaikan seluruh komentar negatif yang melemahkan niat dan tekadnya. Anggap sebagai angin lalu yang sama sekali tidak perlu digubris.
Cuma melakukannya jangan demonstratif agar tidak menambah masalah baru.
Terus melangkah dengan mantap penuh optimisme. Meraih keberhasilan yang ada di depan mata.
Tunjukkan bahwa pilihannya adalah tepat dan yang terbaik. Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Juga meraih sukses, meski harus berjuang untuk memperoleh itu.
Untuk maju dan sukses, butuh perjuangan. Bahkan pengorbanan. Namun keyakinan bisa mewujudkan itu juga sangat penting bahkan hal utama ketika mengawali sesuatu.
Kesimpulannya jangan terpaku pada pendapat orang lain karena yang paling tahu tentang diri seseorang adalah orang itu sendiri. Sedang yang lain bisanya hanya menebak-nebak yang belum tentu benar. Awalinya semuanya dengan hati yang bersih, niat baik, dan konsisten melaksanakannya. Selanjutnya rasakan kesuksesannya. Aamiin ya robbal aalamiin.
Dari Bogor menjelang buka puasa bersama keluarga, saya ucapkan selamat berusaha menjadi diri sendiri dan meraih kesusesan dalam hidup. Salam hormat. (Dr Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan motivator Nasional).