Prof Rahman Rahim : Mahasiswa UT Harus Patuhi Kaidah Dan Etika Penulisan Karya Ilmiah

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR.

Penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa UT, perlu memenuhi dan pemperhatikan kaidah dan etika penulisan. Istilah plagiarisme sering didengar di dunia perguruan tinggi, dan ini sudah menjadi keprihatinan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Secara bahasa plagiarisme atau plagiat, merupakan sebuah tindakan pencurian, penjiplakan atau pemalsuan karya milik orang lain.

Hal ini disampaikan Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dalam acara workshop di Kampus UT Makassar, Kamis (12/05/2022) kemarin, terkait dengan plagiarisme dan etika akademik juga materi disampaikan dosen UT.

Dikatakan, kasus plagiarisme ini sering dialami oleh civitas akademika pendidikan tinggi terutama dosen dan mahasiswa. Agar tidak terjebak atau terpolosok sebagai plagiaris atau plagiator maka sebaiknya plagiarisme ini harus terus disosialisasikan aturannya dan sanksi hukumnya jika melakukan plagiarisme.

Prof. Rahman Rahim menyatakan, mengapa plagiarisme itu dilarang di dunia akademik ? Sebab dianggap sebuah kejahatan dan tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan sering mengcopy dan paste referensi karya orang lain dari internet tanpa mencantumkan sumbernya.

Olehnya itu, Prof. Rahman mengimbau mahasiswa UT dalam menyusun karya ilmiah tidak terjebak dalam kegiatan plagiarisme atau menciplak karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya.

"Agar tidak terjerumus ke dalam tindakan plagiarisme maka jangan mengcopy paste karya orang lain, dan kalaupun ada yang diambil maka wajib mencantumkan sumbernya," terangnya.

Terkait dengan workshop tugas bagi mahasiswa baru UT, selain mahasiswa diberi pemahaman terkait dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga menjadi momen silaturahim dan saling kenal mengenal antar sesama mahasiswa, baik itu antar sesama prodi maupun dengan mahasiswa prodilainnya, sekaligus lebih mengenal kampusnya sendiri.

Baca juga :  458 Tahun Sinjai, Andi Sudirman Berikan Bantuan Keuangan Rp10,5 Miliar

Workshop ini dilakukan sebut Prof. Rahman Rahim, agar mahasiswa dapat mengikuti prose pembelajaran sesuai dengan gayanya masing masing tentu dengan mengikuti aturan yang ada agar target selesai tepat waktu yakni 4 tahun tercapai. Dan ini juga dapat menghilangkan anggapan kalau kuliah di UT itu lama baru bisa selesai.

"Mahasiswa yang menjelang mengakhiri jenjang pendidikannya pada semua level harus membuat karya ilmiah dan inilah yang menentukan proses akhir penyelesaian studi mahasiswa. Dan jika melakukan plagiarisme maka dewan penguji akan menolak karya ilmiah yang telah dibuat," kata Prof. Rahman Rahim, .

Dalam proses penulisan karya ilmiah, lanjutnya, di sinilah mahasiswa kalau tidak hati- hati mengutip karya orang lain, bisa terjebak ke dalam kegiatan plagiarisme. Sebuah karya ilmiah mahasiswa yang baik adalah yg memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Pemberian pemahaman lebih awal tentang penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa ungkap Prof. Rahman, agar pada saatnya nanti penulisan karya ilmiah dilakukan mahasiswa sudah paham dan tidak lagi kaget. Prof Rahman juga dalam kesempatan ini menjelaskan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. (yahya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...

Tim Gabungan dan Bantuan Logistik Bencana Banjir Tiba di Loloda Utara

PEDOMANRAKYAT, HALMAHERA UTARA - Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol PP, BPBD,...