Kebangkitan Nasional

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 20 Mei, rakyat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Ini merupakan periode paruh pertama abad ke-20. Tepatnya, saat rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai warga negara itu sendiri.

Salah seorang tokoh yang dapat dijadikan contoh bagi generasi muda dalam meningkatkan kesadaran nasional dan kebanggaan sebagai seorang anak bangsa adalah, KH Agus Salim.

Dia adalah tokoh Islam kelas dunia. Beliau sangat bangga menjadi warga bangsa Indonesia dan amat yakin dengan keislamannya. Ketika berkunjung ke Tokyo, KH Agus Salim mengucapkan salam Islam, “Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.”

Sudah barang tentu sebagian pengikutnya bertanya keheranan, “Tidakkah haram hukumnya mengucapkan salam Islam kepada mereka yang non-Muslim?”

Mendengar pertanyaan tersebut, KH Agus Salim menjawab, “Saya mengucapkan salam Islam untuk mencari tahu apakah ada orang Islam di sini. Sebab hanya mereka yang beragama Islam dapat menjawab salam saya dengan fasih.”

Prediksi beliau tidak meleset. Di antara mereka ada yang menjawab salam beliau dengan tepat sehingga rombongannya merasa tenang karena memiliki saudara seagama di negeri asing.

Ketika KH Agus Salim diundang oleh Perdana Menteri Inggris menghadiri sebuah rapat penting, beliau mengeluarkan sebatang rokok kretek yang terkenal keras baunya bagi orang-rang kulit putih.

Beliau menyundutnya, lalu mengisapnya dengan nikmat. Asapnya dikepulkan, mengepul memenuhi ruangan yang apik itu. Orang Inggris yang hadir dan sedang berada dalam ruangan rapat terbatuk-batuk. Sebagian di antara mereka mengutuk,”Bau apa ini? Busuk sekali,” maksudnya menyindir rokok yang sedang dipegang oleh KH Agus Salim.

KH Agus Salim dengan tenang menanggapi, “Sengaja saya mengisap rokok kretek di hadapan tuan-tuan, untuk mengingatkan bahwa karena daya tarik cengkih penyedap rokok ini tuan-tuan telah menjajah negeri kami yang indah selama berabad-abad.”

Baca juga :  Peringati HUT Ke-73, Satpolairud Polres Pelabuhan Makassar Laksanakan Donor Darah

Mendengar jawaban KH Agus Salim, orang Inggris terdiam seribu bahasa dan membiarkan KH Agus Salim beserta rombongan menikmati rokok kretek yang dibawa dari tanah air.

Sudahkah kita bangkit, sebagaimana yang pernah dicontohkan KH Agus Salim? Jawabannya, ada pada diri kita masing- masing. Allah A'lam. ***

Makassar, 21 Mei 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Menulis Apa Adanya, Merawat Nurani: BugisPos Menapaki Usia 27 Tahun

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Tak semua media mampu menua dengan anggun. Sebagian gugur di tengah jalan, sebagian lain kehilangan...

Digelar Mei, Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam...

Dari Panrannuangta untuk Masa Depan: INTI Jeneponto Rayakan Dies Natalis ke-35 dan Wisuda Penuh Makna

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati Jeneponto, Minggu (11/01/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar ruang resmi pemerintahan,...

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...