BBIHPMM Makassar Siap Dukung IKP Pengolahan Kakao Chocotua di Bantaeng

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim (BBIHPMM) Makassar melalui Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi & Digitalisasi (OPTD) dan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) siap mendukung IKM pengolahan kakao Chocotua di Kabupaten Bantaeng.

Koordinator Konsultasi Industri dan Ketua Inkubator Bisnis Teknologi BBIHPMM, Muh. Idham mengatakan, BBIHPMM terus mendukung pelaku IKM dalam peningkatan produk. Pengolahan Kakao Chocotua memiliki potensi baik dalam memproduksi coklat. Selain itu kakao asli Bantaeng memiliki rasa khas.

"Kami siap membantu dan mendukung pengolahan kakao IKM Chocotua di Kabupaten Bantaeng dalam peningkatan produksi karena potensi kakao disana bagus dan memiliki kualitas baik. Kami memiliki bidang Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dan Inkubator Bisnis Teknologi untuk peningkatan teknologi produksi," katanya.

Lanjut Muh. Idham mengatakan, BBIHPMM mendukung sertifikasi Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk pelaku IKM termasuk pengolahan kakao seperti Kakao Bubuk dan Kakao Pasta.

"Kami juga bisa membantu untuk sertifikasi SNI melalui Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) BBIHPMM sebagai sarana untuk memberikan jaminan bahwa produk memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam standar nasional," katanya.

Pendiri Chocotua, Sabri mengucapkan terimakasih atas kesediaan BBIHPMM menerima kunjungan kami dan memberikan kesempatan untuk mengunjungi tempat produksi pengolahan kakao atau Showcase Center Kakao BBIHPMM secara langsung.

"Terimakasih atas dukungan kepada pelaku IKM khususnya IKM Chocotua tentunya ini menjadi sangat kami untuk terus berbuat dalam peningkatan produksi sehingga berdampak pada peningkatan nilai kakao petani Bantaeng," katanya.

Selain itu, Chocotua telah melakukan kerjasama bersama kelompok tani dalam penyediaan bahan baku cokelat fermentasi dengan lokasi 20 Hektar yang diisi 160.000 pohon dengan berbagai jenis variates kakao.

"Kami juga telah melakukan kerjasama bersama kelompok tani di Bantaeng dengan luas lahan 20 Hektar diisi 160.000 pohon kakao dengan berbagai jenis variates kakao dan pengembangan unit pengolahan kakao fermentasi," ungkapnya.

Baca juga :  Polri Periksa 29 Orang dan 6 CCTV Terkait Tragedi Kanjuruhan

Diketahui Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) BBIHPMM adalah inkubator bisnis yang berada dibawah BBIHPMM Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian yang didirikan pada tahun 2014 diharapkan dapat mendorong lahirnya IKM Berbasis Teknologi melalui Program Inkubasi yang dilaksanakan bekerjasama dengan beberapa institusi lainnya seperti BSN, KemenKUKM, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota, Perbankan dan stakeholder lainnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...

KH Masse Laibu Terpilih Aklamasi Memimpin MUI Pinrang

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Pelaksana tugas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang, KH Masse Laibu, akhirnya terpilih secara...