“Kencan” dengan Nakhoda KM Tilongkabila (9) : Hadapi Sangkur Terhunus Tinggal Beberapa Milimeter

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh M. Dahlan Abubakar

INDAR menyebutkan, kita harus selalu berdoa agar Allah mematikan seseorang itu dalam kondisi yang baik. Dia mengisahkan pengalamannya ketika pada saat konflik Ambon mampir salat di salah satu musala di kota yang pernah dilanda konflik tersebut. Saat keluar dari musala, seorang anggota Brimob mabuk mengadangnya dengan sangkur terhunus. Tangannya sudah lurus ke arah tubuh Indar. Benda tajam itu tinggal menghitung detik akan mendarat di tubuh Indar yang tersentak melihat lelaki tersebut. Indar bergeming dan menyambutnya dengan berdoa.

“Ya Allah, matikan kami dalam kondisi yang baik,” kenang Indar dan sangkur anggota Brimob tersebut berhenti hanya beberapa milimeter di hadapan tubuhnya.

Indar menatap retinanya. Dia diam. Indar mundur, tetapi tiba-tiba ada seorang anggota lainnya mengejar Indar yang kemudian segera berdoa lagi karena situasi dalam keadaan darurat.

“Ya..Allah, matikan kami dalam kondisi baik,” seru Indar dalam hati.

Ternyata, Brimob tersebut bukannya membuat perhitungan dengan Indar, melainkan si mabuk itu yang dihajarnya. Indar segera pulang setelah menyaksikan peristiwa aneh dan mendebarkan tersebut. Dia menuju KM Bukit Siguntang tempat Indar mengabdi yang sedang sandar di Pelabuhan Ambon sambil terus istigfar. KM Bukit Siguntang dibuat pada tahun 1996 dan didaftarkan di Pelabuhan Palembang, sekitar 3 km di sebelah Sungai Musi. Kapal dengan panjang 146 m-lebar 23 m ini memiliki kecepatan 22-23 knot per jam dan memiliki kapasitas angkut 2003 penumpang. Rutenya, pada tahun 2000 pernah melayari rute Jakarta-Surabaya-Makassar hingga ke timur. Kini trayeknya, Makassar, Balikpapan, Tarakan, Nunukan, Balikpapan, Makassar, Maumere, Lewoleba, Kupang, Lewoleba, Maumere, Makassar

Dari peristiwa itu, Indar mengatakan, sebenarnya Allah SWT sedang mengingatkan kita bahwa kebaikan itu selalu datang dari Allah SWT. Tidak ada keburukan yang datang dari Dia. Hanya saja, manusia yang menilainya salah. Orang diberi sakit, malah mengeluh dan berkeluh-kesah, ”Mengapa Allah memberikan sakit”. Kisah kerusuhan Ambon ini panjang.

Baca juga :  Kecamatan Sinjai Tengah Keciprat Anggaran Rp 1,2 Miliar Untuk Sarpras Sekolah

“Sakit itu, nikmat. Jarang orang mengoreksi diri. Dia tidak mengerti apa dosa-dosa yang dia perbuat dulu. Dan dengan sakit, “gugur” dosanya. Supaya orang bisa mengoreksi diri agar berbuat baik. Orang selalu menafsirkan kemudian dengan salah. Mereka menganggap Allah tidak saya kepada mereka. Oleh sebab itu, kita selalu mengoreksi diri. Ingatlah pada masa lalu dosa apa yang telah kita perbuat. Mungkin kita keceplosan kepada orang dan omongan kita menyakitkan, tetapi yang mengeluarkan tidak merasa. (Bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tingkatkan Layanan Dumas, Polres Soppeng Pasang QR Barcode 

PEDOMANRAKYAT ,SOPPENG - Dalam upaya meningkatkan transparansi serta aksesibilitas terhadap layanan pengaduan masyarakat (Dumas) ,Seksi Profesi dan Pengamanan...

Danrem 141/Toddopuli Pimpin Sertijab 5 Dandim, Letkol Inf Eko Yulianto Dandim 1423 Soppeng yang Baru 

PEDOMANRAKYAT ,SOPPENG - Setelah memangku jabatan sebagai Dandim 1423 Soppeng sejak 08 Juli 2024 , Letkol Inf Reinhard...

Wujud Kepedulian, RSUD Pancur Batu Beri Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir

PEDOMANRAKYAT, PANCUR BATU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pancur Batu menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat...

Dukung Gerakan Lingkungan, Bhayangkari Bulukumba Hadiri Workshop Eco Enzyme Berskala Nasional

PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA — Bhayangkari Cabang Bulukumba turut ambil bagian dalam Workshop Eco Enzyme Serentak yang digelar di Aula...