Melalui momen wisuda ini, Hasanuddin menyampaikan, bahwa semangat UT berubah status menjadi PTN-BH adalah semangat pemerataan pendidikan di daerah – daerah terluar, terdepan, tertinggal.
Dikatakan saat angka partisipasi kasar (APK) pendidikan masih 31,5 persen, bila dibandingkan dengan negara-negara Asean pada umumnya sudah diatas 40 persen.
“Angka Partisipasi Kasar 31,5 persen masih tergolong rendah,”ujar Hasanuddin.
Kemendikbudristek berharap pada tahun 2022 APK bisa meningkat menjadi sekitar 35 persen dan pada tahun 2035 diharapkan sudah berada di atas 40 persen sama dengan rata-rata APK yang dimiliki negara Asean.
Sebagai wujud nyata dari komitmen UT dalam meningkatkan APK, maka UT saat ini telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dari kalangan perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik PTN maupun perguruan tinggi swasta.
Dalam kaitan ini, maka Direktur UT, Drs Hasanuddin mengimbau kepada mitra UT, Sentra Layanan UT dan pengurus Pokjar yang ada untuk membantu UT dalam menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang ada di daerah – daerah.
Kerjasama tersebut terutama dengan kalangan dunia pendidikan ( SMA, SMK, Pesantren dan sejenisnya ).
Kedepan sebut Hasanuddin, pengembangan UT akan fokus pada mahasiswa non kependidikan.
” Kalau melihat APK saat ini sebesar 31,5 persen.Artinya masih ada sebesar 68,5 persen siswa yang tidak terserap atau tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi,”tutup Hasanuddin.(ym)