FPIK UMI Latih Pembuatan Pakan Lokal Pokdakan Nila di Gowa

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GOWA - Tim PKM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univesitas Muslim Indonesia yang diketuai oleh Dr. Ir. Siti Hadijah, MP dengan anggota tim Dr. Ir. Hasnidar, MS dan Dr. Ir. Kasmawati, MP melakukan Pelatihan Memformulasi dan Memproduksi Pakan Buatan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Ikan Nila di Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan satu orang alumni dan satu orang mahasiswa FPIK UMI.

Kegiatan ini bertujuan melatih Pokdakan Ikan Nila yang ada di Kelurahan Lanna, agar mampu memformulasikan dan memproduksi pakan buatan secara mandiri.

Keterampilan memformulasi dan memproduksi pakan buatan dari bahan baku lokal yang ada di sekitar kelompok budidaya tersebut, sasarannya akan dapat meningkatkan pendapatan para anggota kelompok pembudidaya.

Diketahui bahwa ongkos produksi terbesar sekitar 70% dalam budidaya Ikan Nila adalah pengadaan pakan. Pakan buatan yang selama ini mereka gunakan terbilang cukup mahal dan harganya terus meningkat.

PKM ini dilakukan dengan harapan dapat memperkenalkan bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan. Juga melatih para pembudidaya agar dapat memformulasi pakan buatan dan akhirnya dapat memproduksi sendiri pakan buatan untuk budidaya Ikan Nila yang mereka tekuni.

Kegiatan ini merupakan solusi dari masalah Pokdakan Sejahtera sebagai mitra perguruan tinggi. Selama ini semua anggota kelompok masih menggunakan pakan komersil yang terbilang cukup mahal.

Dengan memiliki kemampuan memformulasikan dan kemudian memproduksi pakan buatan secara mandiri, maka akan dapat mengurangi ongkos produksinya dan dapat meningkatkan pendapatan para anggota kelompok, hingga akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Pada kegiatan ini, para anggota Pokdakan Sejahtera juga diberi motivasi dan pelatihan agar mau dan mampu memasarkan produk yang dihasilkan. Salah satu kegiatan yang butuh kemauan, kemampuan dan keterampilan khusus setelah proses produksi berhasil adalah kegiatan pemasaran.

Baca juga :  Pasca PK 1, GAM : Menolak Keras PPN 12% dengan Aksi Demonstrasi di Makassar

Memasarkan produk perlu ilmu dan keterampilan khusus.
Untuk itulah tim dari kampus UMI memberikan pelatihan agar hasil produksi para anggota kelompok ini dapat secepatnya dipasarkan hingga tidak menambah beban biaya atau ongkos produksi.

Dapat disimpulkan, hasil kegiatan PKM bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota kelompok pembudidaya Ikan Nila dalam mengenal bahan baku pakan buatan dan bisa memformulasikan pakan buatan untuk Ikan Nila.

Selanjutnya dapat memproduksi pakan buatan secara mandiri hingga dapat menggantikan pakan komersil yang digunakan selama ini. Kelompok ini juga telah mampu melihat peluang pasar untuk memasarkan produk mereka.

Akhirnya kegiatan ini sangat berpeluang untuk meningkatkan pendapatan anggota kelompok pembudidaya Ikan Nila demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan nila di Kelurahan Lanna, Kabupaten Gowa. (Manaf*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...