“Sebenarnya Kodam XIV/Hasanuddin sudah melakukan hal ini dari awal, dengan melakukan upaya-upaya mengurangi dampak inflasi, seperti bekerjasama dengan salah satu Bank dan lain-lainnya,” ungkapnya.
“Seperti ketahanan pangan, food state, polibek, pemanfaatan lahan tidur, bioflok, itu salah satu modal kita, jika semua melakukan, Kodim, Koramil, itu sangat bisa membantu. Upaya-upaya yang sudah ada agar dikembangkan dan dimaksimalkan,” sambungnya.
Namun dari kegiatan yang telah dilaksanakan, Pangdam mengajak kepada semua Dandim agar ikut menjemput bola dan memantapkan koordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing. “Silahkan koordinasi dengan Pemda masing-masing segera laksanakan eksen di lapangan, apa yang menjadi atensi pimpinan agar dikembangkan dan dimaksimalkan, tidak boleh berhenti,” tandasnya.
Pada kesempatan ini Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memberikan materi singkat dan sekaligus sebagai narasumber terkait dengan permasalahan inflasi dan strategi apa yang harus dilakukan.
Di kesempatan yang sama, Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Farouk Pakar, S.Pd, M.Han menyampaikan, suatu kendala yang dihadapi di wilayahnya terkait upaya yang dilakukan dalam menekan inflasi yakni pemasaran salah satu kegiatan dalam memelihara ayam KUB, budi daya Ikan Lele ataupun bentuk kegiatan lainnya. Menurutnya, pemasaran hasil panen menjadi salah satu kendala di wilayah Sulbar. (*Rz)