PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Selatan saat ini masih dalam tahap memproses bacaleg-bacalegnya. Jadi bacaleg yang masuk dari 11 dapil sudah sekira 90 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPW-PPP Sulsel Yusran Sofyan SE saat menerima kunjungan pedomanrakyat.co.id, di kantor DPW-PPP Sulsel, Jalan Sultan Alauddin No 121, Ruko Permata Sari 6, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Senin (01/05/2023), sekira pukul 17.00 Wita.
Namun menurutnya, masih banyak proses yang harus dilalui oleh caleg tersebut seperti pemberkasan dan lainnya. Jadi kita masih menunggu hingga pemberkasannya lengkap dan 3 (tiga) hari yang lalu itu di DPW PPP Sulsel, mengadakan/memfasilitasi seluruh bacaleg untuk medical check up.
"Jadi pemeriksaan kesehatan bagi bacaleg PPP Sulsel bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara untuk menyelesaikan syarat berkas mereka, termasuk surat kesehatan yang terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu, berbadan sehat, rohani sehat, dan bebas narkoba," jelas Yusran.
Sedangkan untuk penentuan nomor urut Caleg, akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat PPP, DPW hanya memberikan rekomendasi baik itu tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi. Penentuan nomor urut caleg tersebut akan dirapatkan dulu oleh Lajnah Penetapan Calon (LPC) PPP.
Yusran menambahkan, kriteria untuk masuk sebagai bacaleg di DPW-PPP Sulsel diutamakan dari kader yang potensial, incumben termasuk ketokohan dan rekam jejak.
Terkait penetapan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 adalah merupakan suatu ketetapan yang mutlak dari DPP-PPP. Dalam penetapan ini terdapat riak-riak, namun masih terkondisikan, hal inilah yang telah kami jelaskan ke beberapa tempat termasuk satu daerah di Sulsel yang memang segelintir pengurusnya itu belum bisa menerima Ganjar sebagai Capres 2024, ungkapnya.
"Tapi semuanya sudah kami jelaskan, dan mungkin saja ada salah satu figur PPP nantinya yang bisa merepresentasikan Anies Baswedan, artinya mirip-mirip lah dengan karakter mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang bisa membawa suara PPP," pungkas Yusran Sofyan.
Karena menurut Yusran lagi, wajar-wajar saja kalau ada kader PPP yang menyukai salah satu figur, tapi lambat laun seiring berjalannya waktu itu semua akan memudar karena kader itu pasti akan menerima, lantaran hal tersebut mutlak dari DPP-PPP, tandas Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPW-PPP Sulsel Yusran Sofyan SE.(Hdr)