Tanaman Hidroponik Lapas Bulukumba Semakin Memukau dan Produktif

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulukumba mengembangkan program pembinaan kemandirian dengan memanfaatkan pertanian modern menggunakan metode hidroponik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para narapidana dalam bentuk pertanian yang modern dan membantu mereka menjadi lebih mandiri setelah masa tahanan yaitu pada saat menghirup udara bebas diluar.

Metode hidroponik adalah teknik pertanian modern yang menggunakan air dan nutrisi sebagai pengganti tanah untuk menumbuhkan tanaman. Teknik ini dianggap lebih efisien dan produktif karena dapat menghasilkan panen yang lebih besar dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit.

Lapas Bulukumba Sulawesi Selatan telah membangun fasilitas hidroponik di dalam area khusus perkebunan lapas Bulukumba, yang dapat menampung berbagai jenis tanaman seperti sayuran selada. Warga binaan (Narapidana) yang telah mengikuti program ini akan dilatih untuk mengelola fasilitas hidroponik dan merawat tanaman dengan benar.

Salah satu instruktur yang cukup menarik perhatian dari peserta adalah profesi seorang anggota Polri bernama Aipda Nurdianto, S.Sos. Namanya cukup viral di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan beberapa tahun terakhir ini lantaran berhasil menyukseskan dan mengembangkan pertanian modern yakni hidroponik tersebut.

Setelah berjalan beberapa bulan, pertanian modern di Lapas Bulukumba Sulsel ini telah membuahkan hasil dengan panen selada hidroponik. Selada hidroponik yang dipanen oleh warga binaan narapidana ini memiliki kualitas yang sangat baik dan dapat bersaing di pasaran dengan produk-produk selada yang dari luar.

Selada hidroponik ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan Lapas Bulukumba Sulawesi Selatan dalam bentuk mempromosikan program pembinaan kemandirian dan pertanian modern di Indonesia.

Menurut Kalapas Bulukumba Provinsi Sulsel Mutzaini, panen selada hidroponik ini merupakan hasil kerja keras warga binaan (napi) dalam bentuk cara mengelola fasilitas hidroponik.

Baca juga :  Polres Toraja Utara Limpahkan Kasus Penipuan Rp 594 Juta ke Kejaksaan Negeri Makale

"Kami berharap agar panen ini berhasil dan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan,(napi)narapidana lainnya untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kemandirian mereka selama masa tahanan," ujarnya.

Lebih lanjut Mutzaini menyampaikan, hasil panen selada hidroponik ini telah kami jual dalam kegiatan One Day One Prison Product dengan pasar murah yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-59 Kementerian Hukum HAM RI.

Dari hasil penjualan ini selada menempati urutan poin pertama dan mendapat rangking pertama One Day One Prison Product pada hari yang mencapai 525 batang dengan nilai Rp 2.100.000,-

Program ini dapat memberikan dampak positif buat warga binaan (napi), mendorong mereka untuk lebih produktif dan mandiri selama masa pidana yang telah dijalani, serta mempersiapkan mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diaplikasikan di luar Lapas Bulukumba.

Selain itu, program ini juga dapat memberikan dampak positif pada masyarakat setempat dengan menyediakan produk pertanian yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. (Ksl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...