Prof Paken Pandiangan, dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa setelah pokjar naik kelas menjadi SALUT mereka akan diberi kewenangan finansial sebesar 500 ribu rupiah per semester per mahasiswa.
Dana ini akan dikelola oleh SALUT untuk memperbaiki fasilitas dan meningkatkan standar pelayanan.
Dia juga optimis bahwa SALUT akan semakin berkembang di masa depan melalui kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kerjasama ini, kepala dinas dan kepala bidang di daerah diwajibkan untuk mengambil mata kuliah Ilmu Pemerintahan. Selain itu, mahasiswa non-kependidikan diberi kesempatan untuk memperoleh kompetensi sebagai guru dalam waktu tiga semester.
Wakil Rektor UT Prof Paken memberikan dukungan besar dalam pengembangan UT di Sulawesi Selatan. Saat ini, UT Makassar telah mendirikan 9 SALUT menjadikannya perguruan tinggi dengan jumlah SALUT terbanyak di tingkat nasional.
Direktur UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, juga optimis bahwa mereka akan dapat mendirikan SALUT di 24 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan ke depannya.(ym)