“Ada sedikitnya 6 titik lokasi pemberian bibit tanaman diantaranya; Muharto, Mbelung Poncokusumo, Mbusu Jabung, Sidorejo Jabung, Tunjungsekar, dan Wagir,” ujarnya.
Tim dari lintas relawan tersebut dibagi menjadi beberapa regu untuk ke 6 titik yang ada tersebut. “Di masing-masing lokasi kita sudah berkoordinasi dengan pegiat lingkungan lokal yang memang sudah menjadi penjaga lingkungan yang mandiri di lokasi tersebut,” lanjutnya.
Acara dilanjutkan dengan Kenduri Kali atau Selamatan Sungai yang berlokasi di Kali Metro Jatisari, Pakisaji. Sedikitnya 30 personil dari Lanal Malang juga turut serta menyemarakkan agenda penutup ini yang diikuti pula oleh warga setempat.
Agenda ditutup dengan beberapa sambutan oleh Kepala Desa Jatisari, Perwakilan Muspika Kecamatan Pakisaji, Lanal Malang dan dipungkas oleh Doa bersama secara khidmat dipimpin sesepuh Desa Jatisari.
Dengan berbagai sajian tradisional dan sederhana, ratusan relawan yang kemudian bertemu di satu titik (Kali Metro Jatisari) menutup hari dengan berbuka puasa bersama di pinggir sungai.
Sebagai tambahan informasi, agenda Safari Ekologi ini juga dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia 2024 dan HUT ke 110 Kota Malang.
“Semua pihak hari ini bersatu dalam rasa khidmat menjaga dan berbaur dengan untuk menjaga alam. Ini adalah awal, tugas berat kita bukan membagi bibit tanaman, tapi memastikan mereka hidup. Makanya harus ada safari ekologi berikutnya agar ini tidak jadi kegiatan seremonial belaka,” tandas Ketua Perkumpulan Kaliku, Sugeng Widodo. (*)