Dihadapan Kepolisian, pemerintah, pihak sekolah, dan orang tua, kedua kelompok remaja tersebut menyadari kesalahannya, sepakat berdamai, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.
“Kedua belah pihak yang berselisih masih duduk di bangku sekolah. Polres Tana Toraja berupaya melibatkan orang tua dalam pengawasan langsung kepada anaknya serta melibatkan pihak sekolah agar mengetahui perkembangan perilaku anak didiknya,” terang Malpa.
Malpa berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia menekankan bahwa ini bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi juga semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk memberikan edukasi, bimbingan, dan pengawasan secara dini terhadap aktivitas anak sehari-hari. (pri*).