Qahar Mudzakkar, Pahlawan Yang Terlupakan Atau Sekadar Pemberontak?

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Dalam kerangka ini, Qahar juga menekankan bahwa sumber kedaulatan berasal dari Tuhan, dengan hukum Tuhan menjadi dasar segala aspek kehidupan. Dengan sistem pemerintahan ini, yang ia sebut sebagai Demokrasi Sejati, Qahar percaya bahwa kepemimpinan dan hukum harus didasarkan pada syariat Islam dan amanah dari masyarakat.

Visi Qahar Mudzakkar ini menunjukkan keberaniannya dalam memadukan nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga tiap wilayah dapat menjalankan kehidupan bernegara sesuai dengan ajaran agama yang mereka yakini.

Mengurai Ketidakpuasan Terhadap Pemerintah Pusat

Tak dapat dimungkiri bahwa label “pemberontak” sering disematkan kepada Qahar Mudzakkar, terutama karena tindakannya yang berseberangan dengan pemerintah pusat. Namun, seharusnya kita tidak sekadar melihat tindakan Qahar di permukaan.

Setelah kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan, sebuah momen penting terjadi dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Stadion Ikada yang ikonik di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1945.

Di sinilah Qahar Mudzakkar tampil untuk pertama kalinya di panggung sejarah, sebagai salah satu pengawal Presiden Soekarno yang berdedikasi, tindakannya pada hari itu akan selalu dikenang karena keberanian dan dampaknya.

Qahar Mudzakkar, dengan semangat yang teguh dan hanya berbekal golok, berdiri tegak melawan tentara Jepang yang mengepungnya, yang dilengkapi dengan bayonet. Keberaniannya yang tak tergoyahkan membuatnya berbeda; tidak ada orang lain yang berani berdiri di garis bahaya untuk melindungi para pemimpin Indonesia.

Ia bergabung dengan TNI, tetapi sayangnya harapan untuk mendapatkan keadilan bagi mantan pasukan gerilyanya berakhir dengan kekecewaan. Ketika tuntutan agar pasukannya diterima sebagai satu kesatuan ditolak, ia merasa bahwa pemerintah pusat mengabaikan jasa dan pengorbanan mereka.

Kekecewaan ini, menurut saya, adalah titik balik bagi Qahar Mudzakkar untuk memperjuangkan visinya sendiri, yaitu tatanan yang lebih adil dan merata bagi semua golongan di Indonesia. Langkah ini bukanlah sekadar pemberontakan, tetapi wujud dari ketidakpuasan yang mendalam terhadap ketidakadilan yang dirasakan.

Baca juga :  Membanggakan, Siswa SMPN 4 Panca Rijang Sabet Medali Emas Kejurprov Shorinji Kempo

Jika kita melihat lebih dalam, Qahar Mudzakkar adalah sosok yang teguh pada prinsip dan keyakinannya. Walaupun banyak pihak menganggap bahwa tindakan-tindakannya membahayakan stabilitas nasional, saya melihatnya sebagai sosok yang berani mempertahankan apa yang ia yakini sebagai kebenaran, meski itu berarti menghadapi pemerintah yang ia anggap tidak adil.

Keberaniannya untuk menciptakan konsep negara federasi dengan dasar Islam menunjukkan keberpihakan Qahar Mudzakkar pada kemaslahatan umat Islam Indonesia yang lebih besar. Bagi Qahar, dasar negara yang berlandaskan Islam bukanlah bentuk radikalisme, tetapi jalan untuk memperbaiki moralitas bangsa dan menciptakan tatanan yang lebih harmonis.

Heroisme Qahar Mudzakkar terletak pada keberaniannya untuk bertahan pada jalan yang ia anggap benar, bahkan ketika jalan itu penuh dengan tantangan dan risiko.

Saya percaya bahwa sosok Qahar Mudzakkar layak dipandang lebih dari sekadar pemberontak. Dengan segala kontroversi yang menyelimutinya, Qahar Mudzakkar tetaplah seorang pemimpin yang berani dan visioner. Ia memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, bahkan di tengah kesulitan dan tekanan yang begitu besar.

Selamat Hari Pahlawan 2024 – Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu. Heroisme Qahar Mudzakkar ada pada keberaniannya untuk menawarkan alternatif,pada keyakinannya akan nilai-nilai keadilan sosial dan religiusitas yang ia yakini mampu membangun Indonesia yang lebih baik.

Maka, dalam melihat sosok Qahar Mudzakkar, mungkin kita perlu membuka hati dan pikiran untuk menghargai
perjuangannya yang sebenarnya, perjuangan untuk sebuah bangsa yang adil, damai, dan penuh keberkahan.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak pembaca untuk melihat kembali perjalanan hidup Qahar Mudzakkar dan memahami nilai kepahlawanan yang dia tunjukkan. Pemikiran Qahar Mudzakkar tentang pentingnya demokrasi, keadilan sosial, dan nilai-nilai Islam seharusnya menginspirasi kita untuk terus memperjuangkan keadilan dan kedamaian di Indonesia.

Baca juga :  Semangat Antikorupsi di Dunia Pendidikan, Kejati Sulsel Gandeng Guru sebagai Garda Terdepan

Mari kita belajar dari semangat dan idealismenya, bukan untuk mengulangi sejarah yang lalu, tetapi untuk memahami dan menjaga keberagaman Indonesia dengan cara yang lebih bijaksana dan damai.

Dengan meneladani semangat juangnya, kita dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa yang lebih baik, di mana setiap individu dihargai dan memiliki kesempatan yang sama.***

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Polres Soppeng Gelar Gerakan Pangan Murah 

PEDOMANRAKYAT,SOPPENG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Soppeng melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri (GPMP)...

Danrem 141 Toddopuli Resmikan Pos Ramil 1423 – 01 Donri Donri

PEDOMANRAKYAT,SOPPENG – Dihari kedua kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Soppeng , Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift...

Reses A Mahfud, Warga Takalala Minta Mobil Sampah dan Bak Penampungan Air

PEDOMANRAKYAT,SOPPENG - Sejumlah warga Takalala Kelurahan Tettikenrarae Kecamatan Marioriwawo meminta kepada anggota DPRD Soppeng untuk memperjuangkan pengadaan mobil...

Mahasiswa UKI Paulus Ubah Potensi Lokal Jadi Produk Ekonomi, 33 Karya Dipamerkan di Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Sebanyak 283 mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN)...