Wasiat Raja Gowa ke-38: Andi Muhammad Imam Ditunjuk Sebagai Penerus Tahta

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, GOWA - Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Karaeng Lembang Parang, secara resmi menunjuk putra sulungnya, Andi Muhammad Imam, sebagai penerus tahta Kerajaan Gowa.

Wasiat ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar oleh kuasa hukumnya, Wawan Nur Rewa, di kediaman almarhum pada Jumat (29/11/2024), sekitar pukul 16.30 WITA.

Dalam wasiat tersebut, Andi Muhammad Imam diangkat sebagai Pati Matarang (Putra Mahkota) dan dipersiapkan untuk menjadi Raja Gowa ke-39.

Wasiat Sebelum Wafat

Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Karaeng Lembang Parang, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Kamis (28/11/2024) pukul 07.21 WITA, akibat serangan jantung.

Wawan Nur Rewa menyatakan, wasiat tersebut merupakan amanah langsung dari almarhum sebelum wafat. "Saya hanya menyampaikan pesan yang dititipkan kepada saya. Setelah membacakan wasiat ini, surat kuasa saya secara otomatis gugur. Kami telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kami, dan kini kami diberi amanah baru untuk mendampingi Andi Muhammad Imam," ujarnya.

Penegasan Status Putra Mahkota

Wawan menambahkan, musyawarah dengan Bate Salapang dan keluarga kerajaan telah menyepakati pengangkatan Andi Muhammad Imam sebagai penerus tahta. Ia menegaskan, tidak ada pihak lain yang dapat mengklaim gelar Raja Gowa setelah kepergian Andi Kumala Idjo.

"Hal ini sudah sesuai dengan wasiat almarhum dan keputusan keluarga besar Kerajaan Gowa. Wasiat tersebut harus dihormati dan dilaksanakan," jelas Wawan.

Proses Pengangkatan

Meski wasiat sudah dibacakan, pengangkatan resmi Andi Muhammad Imam sebagai Raja Gowa ke-39 belum dijadwalkan karena pihak kerajaan masih dalam masa berkabung.

"Proses ini melibatkan musyawarah dengan Bate Salapang dan keluarga besar. Wasiat telah kami serahkan kepada pihak terkait, dan salinannya juga sudah diterima tanpa ada protes. Dinamika dalam keluarga adalah hal yang wajar," tambahnya.

Baca juga :  Bersama Melawan Korupsi : Semangat Hakordia di Kejati Sulsel

Tradisi Kerajaan

Wawan menjelaskan, dalam tradisi Kerajaan Gowa, seorang raja yang wafat tidak dapat dimakamkan sebelum ada penerusnya. Oleh karena itu, penyampaian wasiat kepada Bate Salapang dan pengumuman publik oleh permaisuri menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan tahta.

"Setelah wasiat ini diumumkan, almarhum dapat dimakamkan. Awalnya, Andi Muhammad Imam tidak mengetahui isi wasiat tersebut. Namun setelah saya sampaikan, beliau menerima tanggung jawab tersebut," ungkapnya.

Penolakan Istilah "Plt Raja"

Saat ditanya tentang kemungkinan adanya Pelaksana Tugas (Plt) Raja, Wawan membantah tegas. "Setahu saya, tidak ada istilah Plt dalam struktur kerajaan. Ini bukan pemerintahan modern. Semua sudah diatur oleh adat dan tradisi Kerajaan Gowa," tuturnya.

Dengan diserahkannya amanah ini, Kerajaan Gowa melanjutkan tradisi turun-temurun demi menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan.(Hdr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Temui Wabup Sinjai, Poltekkes Makassar Komitmen Turunkan Stunting di Sinjai

PEDOMANRAKYAT, SINJAI -- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar aktif mengajak kerjasama pemerintah kabupaten untuk mengatasi berbagai...

KOMPI Gelar Unras Terkait Tarif PBB-P2 Pinrang yang Naik 44,26 Persen

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Koalisi Masyarakat Pinrang (KOMPI) menggelar unjuk rasa terkait kebijakan pemkab Pinrang yang menaikkan Pajak Bumi...

Didampingi Asri Ludin Tambunan, Wapres Gibran Janjikan Laptop Usai Tinjau Sekolah Rakyat di Deli Serdang

PEDOMANRAKYAT, DELI SERDANG - Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau...

Persaudaraan Alumni Smakara Kolaborasi LCMU dan Pelindo Akan Gelar Aksi Sosial Donor Darah di Terminal 1 Pelabuhan Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Persaudaraan Alumni SMA Katolik...