Kepala Desa Alam Buana, I Made Redo, mengatakan bahwa langkah penanganan darurat telah diambil dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami segera mengambil langkah penanganan darurat dengan memasang karung berisi tanah dan turap kayu sembari menunggu bantuan alat berat dan batang kelapa dari Dinas PUPR,” katanya.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, luapan air sungai bisa berimbas pada lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
“Kalau tidak diantisipasi, air bisa langsung masuk dan merendam sawah serta rumah warga,” tambahnya.
Upaya gotong royong ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda desa. Kehadiran alat berat dari Dinas PUPR juga membantu mempercepat pengerjaan perbaikan tanggul dan jembatan yang terdampak abrasi.
Warga Alam Buana berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi permanen guna mencegah bencana yang lebih besar di kemudian hari. Langkah cepat warga Desa Alam Buana menjadi contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan dapat menjadi solusi dalam menghadapi ancaman alam. (yul)