Perdamaian Tercapai, Polemik Lapas Kelas I Makassar Bukan Ulah Institusi

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Polemik yang menyeret Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar akhirnya menemukan titik terang. Kuasa hukum Wawan Nur Rewa, salah satu pihak yang terlibat dalam kisruh tersebut, angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka, Rabu (14/5/2025), usai menghadiri proses mediasi yang digelar di Lapas Kelas I Makassar.

Dalam keterangannya kepada awak media, kuasa hukum Wawan Nur Rewa mengungkapkan bahwa dirinya telah hadir langsung di Lapas Kelas I Makassar untuk mengikuti mediasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Sutarno, Bc.IP., S.H., M.H. Mediasi tersebut bertujuan untuk menyelesaikan persoalan internal yang sempat menjadi perhatian publik, terutama menyangkut hak-hak kliennya di dalam lingkungan lapas.

“Hari ini saya berada di Lapas Kelas I Makassar dan telah mengikuti proses mediasi yang difasilitasi oleh Bapak Kalapas, Sutarno. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan beliau dalam memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai dan bermartabat,” ujar kuasa hukum Wawan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari mediasi ini adalah untuk mengakhiri kisruh yang sempat mencuat dan memastikan bahwa hak-hak hukum kliennya dapat dipulihkan sebagaimana mestinya. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa telah tercapai kesepakatan damai antara pihak-pihak yang berseteru.

“Sudah ada kesepakatan perdamaian secara tertulis. Kedua belah pihak juga telah saling memaafkan dan menerima segala kejadian ini dengan lapang dada. Ini menjadi titik akhir dari perselisihan yang sempat terjadi,” imbuhnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab profesional, kuasa hukum Wawan Nur Rewa juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan-pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan kepada publik, yang menurutnya merupakan hasil dari miskomunikasi. Ia menyatakan siap menarik kembali pernyataan tersebut dan menanggung segala konsekuensinya.

Baca juga :  Ponpes dan Rumah Tahfizh Ikut Serta Dalam Semarak HJS Ke 459 Tahun

“Saya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan-pernyataan saya sebelumnya yang mungkin menimbulkan kegaduhan. Hari ini saya tarik seluruh pernyataan tersebut karena ternyata terjadi miskomunikasi. Saya bertanggung jawab penuh atas hal itu,” jelasnya.

Dalam proses mediasi tersebut, disepakati pula pengembalian dana sebesar Rp30 juta kepada kliennya, yang telah diterima dan disetujui sebagai bagian dari kesepakatan damai. Hal ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan secara adil dan proporsional.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seluruh peristiwa yang terjadi merupakan murni persoalan pribadi antara dua individu dan tidak ada kaitannya dengan institusi Lapas Kelas I Makassar.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Diduga Korsleting Listrik Picu Kebakaran, Kerugian Capai Rp1 Miliar di Tanasitolo

PEDOMANRAKYAT, WAJO - Musibah kebakaran menghanguskan enam unit rumah panggung di Sempange, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo,...

Mengenyangkan Silaturahmi di Meja yang Sama

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Waktu berjalan dengan caranya sendiri. Ia memisahkan manusia melalui jarak, kesibukan, dan usia, tetapi selalu...

HAB Ke -80 Kemenag, Bupati Soppeng Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Upacara peringatan Hari Amal Bakti(HAB) ke - 80 Kementerian Agama (Kemenag) RI berlangsung khidmat...

Beraksi Di Soppeng, Dua Pelaku Begal Diringkus Tim Resmob Di Bone 

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Soppeng dipimpin Dantim Aiptu Jumaldi S.E berhasil meringkus dua...