Prof. Dr. Ansar Arifin, MS : Enam Mata Rantai Utama Relasi Pinggawa Sawi Ciptakan Perangkap Kemiskinan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ketua Program Studi S-3 Antropolodi FISIP Unhas (2019-2022) ini mengatakan, mata rantai utama keenam, adalah isolasi sosial. Kehidupan nelayan terpinggirkan dari jaringan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Nelayan kesulitan membangun koneksi ke sumber daya eksternal, sehingga memperkuat batasan struktur dalam mengakses peluang kesejahteraan (keterkungkungan struktural).

“Enam mata rantai utama ini memperlihatkan bagaimana struktur sosial pinggawa-sawi memfasilitasi eksploitasi sistematis. Ketimpangan ini hanya bisa diputus melalui intervensi sosial-ekonomi yang mampu menembus dan mentgransformasi struktur yang mengikat mereka,” kata Ansar Arifin kemudian menambahkan, tanpa itu, kemiskinan nelayan akan terus berlangsung lintas generasi, memperlemah posisi mereka dalam sistem ekonomi maritim nasional.

Ansar Arifin mengakui, setelah bertahun-tahun meneliti realitas kehidupan nelayan, muncul kegelisahan akademik terhadap persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang tak kunjung terselesaikan. Banyak kajian berhenti sebagai momentum akademik tanpa solusi nyata. Dominasi pendekatan positivistik dan analisis struktural klasik justru melanggengkan status-quo, menjadikan kemiskinan nelayan seolah wajar dan tak terhindarkan.

Pendekatan struktural-fungsional dan konstruksi sosial telah lama digunakan dalam memahami relasi pinggawa-sawi, yang menempatkan posisi nelayan sawi cenderung menerima posisi subordinat dengan pasrah.

“Perspektif Bourdieu tentang modal ekonomi, sosial, dan budaya mengungkap bahwa harmoni relasi patron-klien sebenarnya menyembunyikan dominasi yang menguntungkan pihak pinggawa. Sekuritas sosial, ‘bonding social capital’ (hubungan yang erat dan kuat antara individu-individu dalam kelompok yang sama atau komunitas yang homogen) dan ‘pseudo-kinship’ (menggambarkan hubungan sosial yang menyerupai hubungan kekerabatan atau keluarga, tetapi tidak berdasarkan hubungan darah atau pernikahan) menciptakan ketergantungan yang tidak hanya ekonomi, tetapi juga psikologis. Relasi ini diterima sebagai kewajaran atau sebuah bentuk ‘doxa’ (menggambarkan pengetahuan, kepercayaan, atau opini yang diterima secara luas dan dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat atau kelompok tertentu) dalam istilah Boudieu,” beber Ansar Arifin mengutip “Outline of a Theory of Practice” yang ditulis Piere Bourdieu yang diterbitkan Cambridge University Press, London tahun 1977.

Baca juga :  Mengecewakan Pelayanan KM Dharma Kartika III, Jadwal Pemberangkatan Kapal Tidak Jelas

Ansar Arifin mengatakan, fenomena ini menunjukkan, sistem pinggawa-sawi adalah bentuk interdependensi yang sarat penguasaan. Pingawa mengontrol sumber daya produksi, distribusi alat tangkap, dan akses pasar, menjadikan sawi terjebak dalam kemiskinan struktural dan posisi tawar rendah. Hambatan yang mereka alami bukan semata karena keterbatasan keterampilan, melainkan karena sistem struktural yang mengekang monilitas mereka.

“Upaya mengatasi kemiskinan nelayan menuntut keterbukaan akademisi dan praktisi untuk mengembangkan pendekatan kontekstual solutif dan transformatif. Kajian akademik harus melampaui pendeskripsian menuju rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan mampu mendorong perubahan struktur sosial. Paradigma penelitian perlu bergeser dari sekadar analisis struktural menuju aksi sosial yang konkret dengan menempatkan komunitas nelayan sebagai subjek perubahan yang memiliki kapasitas guna memperbaiki nasibnya melalui dukungan kebijakan yang tepat, berkeadilan, dan sistematis,” kunci Prof. Ansar Arifin yang merupakan Profesor ke-589 Universitas Hasanuddin. (mda)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Antusiasme Tinggi Wartawan, Deadline AJP Award 2025 Diperpanjang hingga 15 Januari

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui Panitia Anugerah Jurnalistik PWI (AJP) Award 2025 resmi memperpanjang...

Polsek Tallo Tingkatkan Antisipasi Perang Kelompok

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tallo AKP Asfada menegaskan komitmennya meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya...

Pasca Nataru, Harga Elpiji 3 kg Melambung, Pemda Gandeng Agen HM Yunus Kadir Lakukan Operasi Pasar

PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA. - Pasca Tahun Baru, harga elpiji subsidi 3 kg langkah dan melonjak naik dari harga Het,...

749 Karya Terbanyak dalam Lima Tahun, Dewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA - Lima karya jurnalistik yang disiarkan di berbagai media di Indonesia selama 2025 terpilih sebagai peraih...