Beras Murah Hilang di Pasaran, Rakyat Kecil Terjepit, DPRD Wajo Siap Panggil Bulog

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, WAJO - Lonjakan harga beras selama tiga bulan terakhir membuat warga Kabupaten Wajo semakin terjepit, sejak distribusi beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) dihentikan, masyarakat kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

Indo Tenri, ibu rumah tangga asal Kecamatan Tempe, mengaku sangat terdampak. Ia mengeluhkan harga beras yang kian tak terjangkau bagi keluarga kecil.

“Sekarang harga beras mahal sekali, kami kesulitan karena tidak ada lagi beras SPHP yang murah, mau tidak mau harus beli yang mahal,” keluhnya.

Menyikapi keluhan warga, Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif, SH, menyatakan keprihatinannya dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini.

Menurutnya, meski penghentian distribusi beras SPHP merupakan keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), DPRD tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal dampaknya ke masyarakat.

“Baru saya dengar bahwa beras SPHP sudah tidak ada lagi di pasaran, ini jelas menyulitkan masyarakat kecil," tuturnya.

"Saya akan agendakan rapat kerja dan memanggil langsung pimpinan Bulog untuk mencari solusi terbaik,” tegas Herman kepada Pedoman Rakyat, Kamis (3/7/2025) melalui pesan WhatsApp.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dan DPRD untuk memastikan pasokan beras kembali stabil dan terjangkau. (Deden)

Baca juga :  Legislator PPP Bone Arifuddin Temu Konstituen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...

Tim Gabungan dan Bantuan Logistik Bencana Banjir Tiba di Loloda Utara

PEDOMANRAKYAT, HALMAHERA UTARA - Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol PP, BPBD,...