Prof. Dr. Abdullah Abd.Thalib, S.Ag, M.Ag Tauhid Jadi Kerangka Pandangan Hidup

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Prof. Abdullah menyebutkan, secara fiolosofis tauhid mencakup pertama, aspek ontologis yang menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan kembali kepada-Nya. Dalam pandangan ini dunia bukanlah entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ciptaan yang secara hakikat bergantung kepada Tuhan (QS AL-Baqarah,255).

Kedua, sisi epistemologi, pengetahuan sejati yang bersumber dari Tuhan. Pencarian ilmu bukan hanya proses rasional, melainkan juga spiritual, sebagaimana ditekankan oleh para sufi seperti Al Ghazali dan Rumi. Pengetahuan yang tercerabut dari tauhid akan melahirkan krisis makna dan moral.

Ketiga, dimensi aksiologi, yakni prinsip keesaan Tuhan membentuk etika kesatuan kemanusiaan. Tidak ada dikotomi antara dunia dan akhirat, spiritual dan sosial karena semua nilai bersumber dari satu Tuhan yang sama. Dalam kerangka sufistik, tauhid dimaknai secara mendalam sebagai penyaksian bahwa tiada tauhid sejati kecuali Allah.

“Wahdah al-wujud adalah pengalaman eksistensial saat segala bentuk dualisme antara Tuhan dan mahluk, antara diri dan orang lain, larut dalam kesadaran cinta Ilahi,” ujar Prof. Abdullah mengutip Ibn ‘Arabi.

Aspek yang tercakup dalam ketauhidan, sebut Prof. Abdullah, mencakup, mengesakan Tuhan dalam kehidupan sosial, menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, persaudaraan (merawat solidaritas dan kebersamaan), dan keadilan (mewujudkan keseimbangan sosial).

“Tauhid sebagai pandangan semesta melahirkan kesadaran bahwa semua manusia bersumber dari Tuhan yang sama. Maka, diskriminasi, penindasan, dan eksploitasi atas dasar ras, kelas, atau agama adalah bentuk pembangkangan terhadap nilai tauhid,” pungkas Prof. Abdullah.

Prof. Abdullah, ayah tiga anak dengan istri Sri Marlina, S.Ag, M.Si., tamat pendidikan SDN 2 Boro Kec. Sanggar Bima (1982/1983), SMPN Sanggar Bima (1986/1987), SMAN 2 Bima (1990/1991), S-1 dan menjadi alumni terbaik Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin wisuda 1994, S-2 dan alumni terbaik II PPS IAIN Alauddin (2001), dan alumni terbaik II Program S-3 (2008) IAIN Alauddin Makassar, dan nilai Tertinggi Ujian Kompetensi (UKOM) Guru Besar se-Indonesia Timur (2024). (mda).

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Pelaku Pengeroyokan di Lembah Keramat di Tangkap Tim Resmob

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Virtual Panen Serentak Jagung se Indonesia, Polri TNI dan Pemda Dukung dan Perkuat Swasembada Pangan

PEDOMANRAKYAT, LUWU UTARA – Pemerintah terus memperkuat langkah swasembada pangan daerah dan nasional melalui sinergi lintas sektor. Salah...

Inovasi Lokal dari Saung Tani Lutra Raih Penghargaan Nasional

PEDOMANRAKYAT, LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat...

Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikenal sebagai figur pemimpin dengan rekam jejak kuat di...

Tiga Nama Menguat Pimpin I AM Unhas: Mursalim Nohong, Dien Triana dan Abdullah Sanusi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ikatan Alumni Manajemen Universitas Hasanuddin (I AM Unhas) resmi membuka penjaringan bakal calon Ketua periode...