PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pangan yang sehat di Indonesia sebagai kunci mewujudkan kedaulatan pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Kami ingin sampaikan beberapa hal. Di pertanian ini, tujuan kami jelas yaitu membangun ekosistem pangan yang sehat. Selama ini banyak terjadi anomali di mana-mana, dan inilah yang ingin kita benahi bersama,” ungkap Mentan Amran.
Ia menegaskan perhatian Presiden terhadap sektor pangan sangat besar. Dalam delapan bulan terakhir, pemerintah telah menerbitkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) yang berfokus pada percepatan pembangunan pangan. “Ini luar biasa, sebuah gagasan besar dari Bapak Presiden untuk memperkuat pangan nasional,” ucapnya.
Mentan Amran juga memaparkan delapan langkah percepatan pembangunan pangan, mulai dari penataan regulasi, pemenuhan pupuk yang kini sudah merata, rehabilitasi dan pembangunan irigasi 2 juta hektare, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru. Hasilnya, stok pangan nasional saat ini disebutnya sebagai yang tertinggi dalam sejarah, diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Nilai Tukar Petani kita mencapai 122 persen, jauh di atas target 110 persen. PDB pertanian pun menopang ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah,” ungkap Mentan Amran.
Meski capaian besar telah diraih, Amran menilai pembenahan pasar masih menjadi pekerjaan rumah penting. “Kita produsen CPO terbesar, ayam, telur, bahkan bawang merah, tapi pernah terjadi kelangkaan atau harga tinggi di dalam negeri. Distorsi seperti ini harus kita akhiri,” tegasnya.