PUKAT Sulsel Desak Penegakan UU Minerba, Tambang Ilegal di Maros Ancam Warga dan Lingkungan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten Maros dan aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tambang ilegal di wilayah itu.

Pusat Kajian Antikorupsi dan Tata Kelola Pemerintahan (PUKAT) Sulsel menilai, aktivitas tambang di Pattontongan adalah sinyal lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

“Kalau ada dugaan tambang tanpa izin tapi bisa beroperasi lancar, berarti ada yang tutup mata. Aparat harus turun,” ujar Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma, kepada Pedoman Rakyat.

Farid menegaskan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) mengatur tegas soal perizinan.

Ia pun mengutip beberapa pasal penting, diantaranya ;
– Pasal 35 ayat (3) yang berbunyi, Setiap kegiatan pertambangan wajib mengantongi IUP, IUPK, atau izin resmi lainnya.
– Pasal 158 : Penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.
– Pasal 161 dan 162 : Pihak yang memfasilitasi, membiarkan, atau menghalangi penindakan terhadap tambang ilegal juga dapat dijerat pidana.
– Pasal 91 dan 96B, yaitu, Pelaku tambang berkewajiban memulihkan lingkungan dan mencegah kerusakan ekologis.

Menurut Farid, pelanggaran izin tambang bukan hanya persoalan administrasi, tapi juga menyangkut kejahatan lingkungan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Jika benar tidak berizin, ini bisa masuk tiga ranah sekaligus yaitu, tindak pidana pertambangan, perusakan lingkungan, dan potensi pembiaran oleh aparat,” tegasnya.

PUKAT Sulsel mendesak Polres Maros, Kejaksaan Negeri, PPNS ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup segera menyegel lokasi tambang, memeriksa pemilik usaha, serta menelusuri aliran keuntungan dari aktivitas tersebut.

“Masalahnya bukan sekadar truk dan tanah, tapi menyangkut keselamatan warga dan integritas hukum negara,” ujar Farid.

Baca juga :  Agar Penggunaan Sesuai SOP, Sie Propam Polres Pelabuhan Makassar Lakukan Pemeriksaan Senjata Api

Warga Pattontongan, tutur Mursalim, kini hanya bisa berharap pada keberanian aparat untuk menegakkan aturan.

Di jalanan berdebu itu, tanya Farid, jejak truk tambang masih tampak jelas, meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab, yaitu, siapa yang mengizinkan, dan siapa yang diuntungkan ?

Sementara negara masih diam, tanah terus dikupas, air meluap, dan warga menanggung akibatnya. Dugaan tambang ilegal di Moncongloe telah meninggalkan jejak yang tak lagi bisa diabaikan, Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma, menandaskan. (Hdr)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...