125 Mahasiswa INTI Jeneponto Ikuti Ujian Meja: Sehari Menjelang Mimpi dan Masa Depan

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Syahrir menilai bahwa mahasiswa tahun ini memiliki semangat yang lebih terbuka dalam menjelaskan metode penelitian dan latar belakang masalah.

“Yang kami cari adalah keaslian. Ketika mahasiswa memahami apa yang ia teliti, ia akan berbicara dengan tenang dan jujur. Itu jauh lebih baik dibanding sekadar menghafal,” tambahnya.

Sebagai dosen yang juga aktif dalam dunia seni, Syahrir mengajak mahasiswa untuk tidak takut menunjukkan kreativitas dan keberanian berpikir.

“Dunia akademik itu luas. Jangan takut memberi warna. Keberanian mengemukakan ide adalah bekal penting di luar sana,” katanya.

Komentarnya memberi sentuhan humanis, seolah mengingatkan mahasiswa bahwa akademik bukanlah tembok kaku, melainkan ruang berkembang.

Ujian Dimulai: Deg-degan, Haru, dan Langkah yang Lebih Mantap

Saat nama peserta pertama dipanggil, suasana berubah hening. Mahasiswa berjalan masuk dengan langkah pelan, sebagian menggenggam kuat map mereka, sebagian lainnya memejamkan mata sejenak untuk menenangkan diri.

Di dalam ruangan, para penguji—termasuk Rektor, Ketua Yayasan, Pembina Yayasan, Bendahara Yayasan dan dosen-dosen senior—menciptakan atmosfer akademik yang ketat namun tetap ramah.
Di luar, teman-teman saling menyemangati, berbagi air mineral, atau sekadar memastikan temannya tersenyum sebelum dipanggil.

Beberapa mahasiswa keluar dengan mata berkaca, bukan karena tertekan, tetapi lega. Ada yang langsung menelpon orang tuanya sambil berkata, “Sudah selesai, Pak… Alhamdulillah.”

Reni Mardiana, Tim 2 dengan NIM 9213490210040 tinggal di Kecamatan Bontoramba langsung
merasa lega dan bersyukur diberi penguji yang pengertian kepada mahasiswanya sehingga sidang kali ini berjalan dengan lancar dan berharap diberi nilai yang bagus.

“Begitu namanya disebut rasanya sesak napas dan gemetar tapi dengan adanya pengertian dari dosen penguji yang berjumlah 4 orang, takut dan gemetar berangsur hilang dan untuk sidang ke 2 dan seterusnya tidak sesak lagi,” ungkap Reni.

Baca juga :  Palmer Situmorang Lantik 11 DPC AAI, Kota Makassar Termasuk

Lebih dari Sekadar Ujian

Bagi kampus, ujian meja adalah langkah menjaga kualitas lulusan. Bagi mahasiswa, ini adalah pintu menuju kesempatan baru. Namun bagi keluarga yang menunggu di luar, hari itu adalah bukti bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia.

Di tengah semangat itu, INTI Jeneponto kembali menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akhir, tetapi tentang proses, karakter, dan kemanusiaan. ( Ardhy M Basir )

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Empat Personil Angkatan 2003 Bharaduta Polres Soppeng Naik Pangkat Istimewa

PEDOMAN RAKYAT,SOPPENG – Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana S,IK M,IK memimpin upacara Korp Raport (laporan kenaikan pangkat )...

Estafet Keteduhan: Dari Doa di Karebosi hingga Lorong-Lorong Kunjung Mae

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Dentuman kembang api yang biasanya menandai pergantian tahun di Kota Daeng absen pada malam 31...

Malam Pergantian Tahun, Kapolres Pelabuhan Makassar Patroli Dialogis di Pemukiman Padat Penduduk

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti turun langsung melakukan patroli dialogis pada malam pergantian Tahun...

Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman di Malam Pergantian Tahun, Satbinmas Polres Pelabuhan Makassar Edukasi Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif pada malam perayaan Tahun Baru 2026,...