HUT ke-78 Hermawan Kartajaya: Momen Syukur, Kebinekaan, dan Peluncuran Sejarah Tionghoa di Indonesia

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Aswen S. Utomo, WKU Dept. Hubungan Internasional PSMTI Pusat

Rudi Rusdiah, WKU Dept. Perlindungan Data, AI, dan Siber
serta banyak tokoh masyarakat dan sahabat Hermawan lainnya.

Suasana acara terasa hangat sejak awal. Ketika Hermawan menyampaikan sambutannya, ruangan seolah dipenuhi keheningan yang penuh makna. “Keberagaman dan persatuan merupakan tolak ukur Indonesia yang besar, karena perbedaan yang ada mampu menyatu,” ujarnya. Kalimat yang sederhana, namun menjadi cerminan perjalanan hidupnya — seorang Indonesia Tionghoa yang memilih menjembatani, bukan memisahkan.

Dalam kesempatan itu, Martinus Johnnie membacakan sambutan dari Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, yang menekankan nilai-nilai keteladanan Hermawan.
“Di usia ke-78 ini, kita tidak hanya merayakan perjalanan hidup beliau, tetapi juga nilai-nilai yang beliau bawa: kerja keras, integritas, pantang menyerah, serta kecintaan kepada Indonesia. Ketokohan beliau adalah bukti bahwa kontribusi warga Tionghoa Indonesia bukanlah kontribusi di ‘pinggir panggung’, melainkan berdiri tegak di tengah gelanggang pembangunan nasional.’”

Johnnie kemudian menutup dengan ucapan penuh penghormatan, “Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kesehatan, panjang umur, dan hikmat kepada Bapak Hermawan Kartajaya dalam berkarya dan menginspirasi.”

Namun yang membuat perayaan ini terasa semakin mendalam adalah hadirnya pemaparan dari Prof. Dr. Nina Herlina Lubis mengenai Buku Sejarah Orang Tionghoa di Nusantara. Dengan gaya bercerita yang lembut namun tajam, ia menguraikan perjalanan panjang masyarakat Tionghoa yang telah berabad-abad menjadi bagian dari denyut sosial, budaya, dan ekonomi Nusantara. Buku tersebut bukan sekadar catatan sejarah, tetapi cara mengingatkan bahwa kontribusi Tionghoa Indonesia adalah bagian inheren dari wajah bangsa.

Para undangan tampak terhanyut — sebagian mengangguk, sebagian lainnya mencatat — seolah mereka sedang membaca ulang jati diri Indonesia yang kaya dan berlapis.

Baca juga :  Sejumlah Penumpang KM Nggapulu Keluhkan Kebersihan Kapal, Kecoak dan Serangga Banyak Berkeliaran di Atas Tempat Tidur Dek

Di akhir acara, tak ada sorak-sorai berlebihan. Yang tersisa justru hangatnya pertemuan, percakapan kecil yang menggambarkan harapan. Bahwa di usia 78, Hermawan Kartajaya tidak hanya merayakan hidupnya sendiri, tetapi juga merayakan Indonesia yang terus ia cintai dan suarakan.

Pada hari itu, ulang tahun menjadi lebih dari sekadar angka; ia menjadi sebuah pesan tentang pentingnya merawat sejarah, merayakan keberagaman, dan membangun Nusantara bersama. ( ab )

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Polsek Mamajang Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Berujung Maut di Makassar

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Personel Polsek Mamajang bergerak cepat mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia...

Lagi, Tanggul di Pinrang Kembali Jebol

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Lagi-lagi, tanggul penahan air sungai di Pinrang kembali Jebol. Kali ini, terjadi di Dusun Patumbu,...

Enam Pejabat Pratama di Pinrang Dirotasi

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Seiring dengan pergantian tahun baru 2026, Pemkab Pinrang merotasi sekaligus mempromosikan enam pejabat pimpinan tinggi...

Manajer SPBU Diperas Lewat Pemberitaan, Kapolres Luwu:Lapor!

PEDOMANRAKYAT, LUWU - Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu angkat suara menyikapi dugaan pemerasan yang menyeret nama seorang eks...