“Kita harus memastikan ada kerja yang terukur melalui data yang ada, sehingga semua langkah lebih efektif,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa sejak diluncurkan pada 2021, program DRPPA harus terus berkembang sejalan dengan kebijakan pemerintah desa dan kelurahan yang ramah perempuan dan ramah anak. Ia berharap program ini mampu mengintegrasikan pemenuhan hak perempuan dan anak ke dalam tata kelola pemerintahan desa secara berkelanjutan.
“Kebijakan pemerintah desa dan kelurahan harus berpihak pada perempuan dan anak. Program ini sudah berjalan sejak 2021, dan saya harap dapat semakin mengintegrasikan pemenuhan hak mereka dalam tata kelola pemerintahan,” pungkasnya.
Kepala DP3AP2KB Sinjai Muh. Janwar dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini
bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya perempuan dan anak dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
“Selain itu, juga memberikan pendampingan teknis dan advokasi kebijakan yang mendorong integrasi perspektif gender dan perlindungan perempuan dan anak dalam program-program desa,” tuturnya.
Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya desa-desa yang ramah perempuan dan peduli anak sebagai pondasi terwujudnya masyarakat yang lebih aman, setara, dan berkeadilan. (Aan)

