Di depan Istana Bima, Syukuran Pahlawan Nasional Sultan Muhammad Salahuddin

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015 Dr.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H., dalam testimoninya mengatakan, sebagai orang Bima, dou Mbojo, merasa bangga, Bima memiliki seorang putra cendekia, yaitu Sultan Muhammad Salahuddin, Sultan Bima XIV menjadi Pahlawan Nasional.

Ini adalah hal yang luar biasa. Hal yang sangat membanggakan, Tentu bagi setiap orang Bima, baru kali ini ada Pahlawan Nasional. Pahlawan Nasional dari Nusa Tenggara Barat kedua setelah Tuan Guru K.H.Muhammad Zainuddin Abdul Majid dari Lombok Timur. Beliau adalah pendiri Nahdatul Wathan.

“Sultan Muhammad Salahuddin memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan dan sosial di Bima. Yang pada saat itu hampir di setiap desa di Bima didirikan Madrasah Ibtidaiah dan perhatiannya kepada agama, sekolah, dan sosial sangat luar biasa, sehingga Bima dikenal sebagai satu daerah di Indonesia yang memiliki semangat belajar yang luar biasa. Semangat untuk bersekolah dan semangat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di mana pun mereka berada,” ujar Hamdan Zoelva.

Beliau juga berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Sultan Muhammad Salahuddin mendeklarasikan bergabungnya Kesultanan Bima ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 20 November 1945. Dan beliau melindungi dan membela rakyatnya ketika berlangsung Perang Pasifik.

Hamdan Zoelva menyebutkan saat itu Jepang menguasai Bima, hampir seluruhnya Bima, dan tentara Jepang banyak jumlahnya, sehingga untuk melindungi rakyatnya, khawatir gadis-gadis dari Bima dinikahi atau dibawa oleh Jepang, maka beliau melakukan nikah massal di Istana Bima. Gadis di Bima dinikahkan agar terhindari dari kekejaman Jepang. Ini merupakan sikap yang luar biasa dari beliau untuk melindungi rakyatnya. Taho pu dana ede ru ndai ma penti itulah adalah prinsipnya yakni ketika para pemimpin Bima mementingkan rakyatnya daripada dirinya sendiri.

Baca juga :  Telah Rampung, Pembangunan Dermaga Apung di Desa Buhung Pitue Kecamatan Pulau Sembilan

“Selamat kepada masyarakat Bima atas seorang Sultan Bima yang diberi gelar Pahlawan Nasional. Semoga ini menjadi teladan bagi generasi Bima pada masa-masa yang akan datang dan untuk terus membawa nama baik daerah untuk bangsa dan negara serta juga untuk agama,” kata Hamdan.

Wali Kota Bima H.Abd.Rahman H.Abidin, S.E. atas nama seluruh masyarakat Kota Bima juga menyampaikan selamat kepada Keluarga Besar Sultan Muhammad Salahuddin atas penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Salahuddin, Sultan Bima XIV. Penghargaan ini tidak saja merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Bima, tetapi juga bagi masyarakat NTB pada umumnya. Semoga perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi masyarakat Bima.
Testimoni lainnya dibawakan oleh tim kecil pengusulan awal gelar Pahlawan Nasional Sultan Muhammad Salahuddin pada tahun 2012 yang terdiri atas, Dr.H.Muslimin AR Effendy, M.A., Dr.H.M.Dahlan Abubakar, M,Hum, dan H.Sofwan, S.H.,M.Hum, sementara dua anggota tim lainnya, Dr.Hj. St.Maryam R.Salahuddin dan H.Israfil, S.H.,M.Hum sudah meninggal dunia.
Setelah tim pengusulan pertama menghentikan kegiatannya, pengusulan dilanjutkan Andi Sirajuddin yang dilantik Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima hingga lolos verifikasi faktual dari tim pemberian gelar dan penghargaan. Sultan Muhammad Salahuddin kemudian memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana pada tahun 2019 yang diterima langsung oleh mendiang Dr.Hj. Siti Maryam R.Salahuddin yang didampingj Dewi Ratna Muchlisa, S.E.M.Hum. Sementara saat penerimaan gelar Pahlawan Nasional Dr.Dewi Ratna Muchlisa, S.E.,M.Hum menerima langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.

Atas nama Keluarga Besar Kesultanan Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, S.E., M.IP. Yang juga Wakil Gubernur NTB terlebih dahulu mengundang Ketua Majelis Adat sara Dana Mbojo Ibu Hj.Vera Amalia, S.E.,M.M.(anak kedua Putra Abdul Kahir) Dae Ade (Putra bungsu Putra Abdul Kahir), Dae Dewi (Dr.Dewi Ratna Muchlisa, S.E.,M.Hum, anak kedua Ruma Djohar), Dae Dian (Putra Keempat Hj St.Halimah), Muhammad Putra Feriyandi (cicit almarhum Muhammad Salahuddin, anak pertama almarhum H. Fery Zulkarnain) untuk membersamainya dalam memberikan sambutan.

Baca juga :  Kemenag Bone Rapat Penentuan Kadar Zakat Fitrah 1443 H

Muhammad Salahuddin memiliki dua orang istri, delapan orang anak. Dari sejumlah anaknya, beliau memiliki sejumlah cucu dan cicit. Yang berdiri mendapingi Indah Damayanti Putri — yang akrab disapa Umi Dinda, adalah sebagian kecil dari anak kedudukan Sultan Muhammad Salahuddin. Paduka Sumbawa Sultan Kaharuddin adalah salah satu cucu almarhum Sultan Muhammad Salahuddin.
Indah Damayanti Putri mengatakan, begitu rasa bahagia yang tak terhingga bagi seluruh masyarakat Dana Mbojo (Tanah Bima) di mana pun berada, tidak ada batas antara Kota dan Kabupaten Bima kita melihat dan menyaksikan apa yang disyukuri hari ini sesungguhnya adalah jejak yang beliau (Sultan Muhammad Salahuddin) tinggalkan untuk dipanuti, diteladani sebagai generasi selanjutnya. (mda).

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Di Bima, KLHK-Unhas Kolaborasi Inventarisasi Terumbu Karang Indonesia

PEDOMANRAKYAT, BIMA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Universitas Hasanuddin bekerja sama melaksanakan inventarisasi Terumbu Karang...

Harapan Ketua KMBS Saat Pengurus Baru Dilantik

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pengurus Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS) secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pelantikan dan rapat...

Polda Sulsel Kerahkan Brimob Bantu Jembatan Gantung Lakellu

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyebutkan kehadiran personel Brimob dalam...

Kecamatan Tomoni Timur Meriahkan HUT ke-54 Korpri, Raih Juara pada Lomba Nyanyi

PEDOMANRAKYAT, LUWU TIMUR — Kecamatan Tomoni Timur turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia...