PEDOMANRAKYAT, MAROS — Peristiwa dugaan kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian kembali mencuat di Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Akbar mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anggota polisi di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB), Kabupaten Maros, saat perayaan pergantian malam Tahun Baru 2025, Kamis (1/1/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, Akbar mengalami luka-luka dan harus menjalani visum medis.
Insiden itu berbuntut panjang. Puluhan anggota keluarga korban sempat mendatangi Mapolres Maros untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami Akbar. Aksi keluarga tersebut bahkan terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas dan viral di media sosial.
Menurut pengakuan Akbar, peristiwa bermula saat dirinya menyalakan petasan jenis lampu disko di sekitar kawasan PTB. Ia mengklaim telah memastikan situasi sekitar aman dan tidak membahayakan warga yang tengah merayakan malam pergantian tahun.
“Saya lihat dulu situasi aman atau tidak. Setelah saya pastikan aman, baru saya nyalakan petasan. Warga juga sudah menjauh,” ujar Akbar saat diwawancarai, Jumat (2/1/2026).
Namun, tak lama setelah petasan dinyalakan, seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi datang menghampirinya. Akbar menyebut pria tersebut tidak mengenakan seragam dinas dan langsung melontarkan teriakan bernada keras, menanyakan siapa yang menyalakan petasan.
“Saya langsung jawab kalau itu saya,” kata Akbar.
Situasi sempat memanas. Adu mulut terjadi antara Akbar dan pria yang mengaku polisi tersebut. Beberapa warga yang berada di lokasi berusaha melerai agar keributan tidak berlanjut. Setelah dilerai, pria tersebut meninggalkan lokasi.
Tak berselang lama, polisi yang sama kembali mendatangi Akbar seorang diri dan menyampaikan keinginan untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, upaya tersebut kembali berujung pada perdebatan dan kembali dilerai oleh warga sekitar. Polisi itu pun kembali pergi.
Beberapa menit kemudian, situasi berubah drastis. Polisi tersebut datang kembali bersama sejumlah rekannya. Tanpa banyak bicara, salah satu anggota polisi disebut langsung memegang leher Akbar dan menyeretnya sejauh kurang lebih 10 meter. Tak hanya itu, Akbar mengaku dipukul dari belakang oleh beberapa orang hingga terjatuh ke tanah.
“Saya langsung dipukul ramai-ramai dari belakang. Ada lebih dari 10 polisi waktu itu, tapi yang memukul saya kira-kira tujuh orang,” ungkapnya.
Setelah dianiaya, Akbar kemudian dibawa ke pos pengamanan malam Tahun Baru yang berada di sekitar kawasan PTB. Di lokasi tersebut, ia mengaku diminta jongkok sebelum akhirnya dibawa menggunakan sepeda motor menuju Polres Maros.
Namun, dugaan kekerasan tak berhenti di situ. Setibanya di Mapolres Maros, Akbar mengaku kembali mengalami pemukulan. Saat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan, ia mengklaim melihat beberapa anggota polisi sedang mengonsumsi minuman keras.

