Di balik kelancaran pertemuan ini, ada tangan-tangan yang bekerja dalam senyap. Koordinator arisan, Farida Amansyah dan Vera Padang, bersama Pengurus Arisan—Mardiana, Dwi Wahjurini, dan Rahma Amansyah—menjadi pengikat benang-benang kebersamaan itu. Mereka bukan sekadar pengatur jadwal atau teknis arisan, melainkan penjaga ritme perjumpaan agar ikatan ini tak putus di tengah jalan.
Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan kepada Rospiaty (angkatan 80) yang dengan penuh keikhlasan telah menjadi sponsor kegiatan arisan ini.Dan terimakasih pula buat Farida Amansyah atas Saweran dan door prize bagi yg nyanyi. Dukungan beliau bukan sekadar membantu kelancaran acara, tetapi juga menjadi teladan tentang makna berbagi dan merawat kebersamaan dalam ikatan alumni yang dilandasi rasa persaudaraan.
Arisan IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, pada akhirnya, adalah pengingat bahwa persaudaraan tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia perlu dirawat dengan niat, disiram dengan keikhlasan, dan dijaga dengan kesabaran. Cafe Sinrili sore itu menjadi saksi bahwa silaturahmi, jika diniatkan karena Allah, akan selalu menemukan maknanya—melampaui angka putaran, melampaui hidangan di meja, dan melampaui sekadar rutinitas.
Di awal 2026 ini, arisan putaran delapan pun menjadi doa bersama: semoga kebersamaan ini tetap hidup, hati tetap terhubung, dan langkah kita ke depan selalu dipandu oleh nilai persaudaraan yang menenangkan jiwa. (Ardhy M Basir)

