Dalam pemaparannya, Burhanuddin Thalib menjelaskan bahwa kurikulum kokurikuler dirancang untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan pengalaman belajar nyata.
Kegiatan kokurikuler dapat berupa proyek sederhana, penguatan literasi dan numerasi, kegiatan berbasis minat dan bakat, hingga praktik kontekstual yang relevan dengan lingkungan sekitar peserta didik.
Ia juga menegaskan pentingnya penyelarasan materi kokurikuler agar sejalan dengan capaian pembelajaran dan profil pelajar Pancasila. Dengan perencanaan yang tepat, kegiatan kokurikuler dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam tanpa menambah beban belajar.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kokurikuler yang terstruktur, kontekstual, dan berdampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di lingkungan Gugus 3. ( Ardhy M Basir )

