Praktik Pembuatan Eco Enzym di UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus digalakkan melalui kegiatan edukatif yang sederhana namun bermakna. Salah satunya melalui praktik pembuatan Eco Enzym yang dilaksanakan di UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, pada Selasa, 2 Desember 2025, disaksikan langsung oleh Fahmawati Fachruddin Djalle, S.Pd, selalu Kepala UPT SDF SDN Kompleks Sambung Jawa- Makassar.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Muhammad Adil Hasim, S. Pd, Gr. yang memberikan pemahaman sekaligus pendampingan praktik kepada peserta mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Adil Hasim menjelaskan bahwa Eco Enzym dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar rumah dengan perbandingan 3 : 1 : 10, yakni tiga bagian bahan organik, satu bagian gula merah atau molase, dan sepuluh bagian air bersih. Melalui praktik langsung, peserta diajak menimbang bahan, mencampur, hingga menyimpan larutan Eco Enzym sesuai prosedur yang benar.

Bahan organik yang digunakan dalam praktik ini berupa kulit buah yang tidak keras, tidak berbau menyengat, tidak bergetah, tidak berlemak, serta mudah terurai. Peserta juga diingatkan untuk tidak menggunakan kulit buah seperti durian, kelapa, nangka, sukun, alpukat, salak, dan sejenisnya karena dapat menghambat proses fermentasi.

Untuk bahan cair, digunakan air bening dan tawar, sementara pemanis fermentasi menggunakan gula merah atau molase. Fahmawati juga menjelaskan bahwa gula pasir lokal masih dapat digunakan selama bukan gula putih hasil pemurnian tinggi.

Dalam praktik tersebut, peserta menggunakan galon sebagai wadah fermentasi dan timbangan untuk memastikan perbandingan bahan tetap tepat. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah air tidak boleh melebihi 60 persen dari kapasitas wadah, agar tersedia ruang bagi gas hasil fermentasi.
Suasana praktik berlangsung interaktif dan antusias. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan Eco Enzym. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga sekolah semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik serta mampu menerapkan pola hidup ramah lingkungan mulai dari lingkungan sekolah dan rumah.

Baca juga :  Mentan Amran, Palestina dan Cinta Yang Tak Terucap

Praktik pembuatan Eco Enzym ini juga dibimbing langsung oleh guru yang menjadi bagian dari edukasi lingkungan dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah kecil, sederhana, dan berkelanjutan. (Ardhy M Basir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ketum KONI Pusat Lantik Pengurus Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR,- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman melantik Pengurus Besar Persatuan Sepak...

Ruang Guru yang Disambut Senyum dan Prestasi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Selasa pagi, 6 Januari 2026, suasana di UPT-SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, terasa berbeda....

Pimpin Rapat Staf, Camat Tomoni Timur Tekankan Peningkatan Kinerja 2026

PEDOMANRAKYAT, TOMONI TIMUR — Camat Tomoni Timur, Yulius, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja aparatur kecamatan pada tahun 2026. Penegasan...

Dari Makassar untuk Sumatra, Elang Timur Indonesia Salurkan Donasi Kemanusiaan

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Elang Timur Indonesia menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam dengan...