PEDOMANRAKYAT, WAJO - Musibah kebakaran menghanguskan enam unit rumah panggung di Sempange, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Minggu (4/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita dan mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai satu miliar rupiah.
Kebakaran pertama kali diketahui berasal dari rumah milik Saleng (70). Berdasarkan keterangan Jumardin (25), anak Saleng, saat kejadian ia sedang memasak minyak di bagian depan rumah.
“Sementara saya masak minyak di depan rumah, bapak saya habis mandi lalu berganti baju. Setelah itu bapak saya lewat di depan kamar, tiba-tiba api sudah besar. Kami duga api berasal dari korsleting listrik,” ungkap Jumardin.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah warga lainnya akibat tiupan angin yang cukup kencang serta kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu.
Kapolsek Tanasitolo, AKP Wahyudi, S.H., mengatakan pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung turun ke tempat kejadian bersama personel Polsek Tanasitolo dan personel piket fungsi Polres Wajo untuk membantu pemadaman serta melakukan pengamanan di lokasi,” ujar AKP Wahyudi.
Upaya pemadaman melibatkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari lima unit dari posko induk serta masing-masing satu unit dari sektor Maniangpajo dan Majauleng. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.30 Wita dengan bantuan warga setempat.
AKP Wahyudi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa. Namun enam rumah panggung beserta isinya habis terbakar, termasuk uang tunai dan emas milik salah satu warga,” jelasnya.
Selain rumah Saleng, kebakaran juga menghanguskan rumah milik Tafa (40), Heri (22), Radiah (20), Sunarti (35), serta Hj Selo (50). Kerugian lain yang tercatat yakni uang tunai sekitar Rp50 juta dan emas kurang lebih 200 gram milik Hj Selo.
Dari hasil sementara di lapangan, pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.
“Kami tetap melakukan pengumpulan bahan keterangan dan meminta warga untuk waspada, mengingat masih ada potensi sisa api yang dapat memicu kebakaran susulan,” tambah Kapolsek.
Polsek Tanasitolo juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik serta aktivitas memasak, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. (Deden)

