Langkah Santai yang Menyatukan Hati

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GOWA - Minggu pagi, 4 Januari 2026, Lapangan Syech Yusuf Gowa tak hanya dipenuhi langkah kaki, tetapi juga senyum dan sapa yang menghangatkan. Udara pagi yang segar menjadi saksi Gerak Jalan Santai (GJS) IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, sebuah aktivitas sederhana yang menjelma ruang silaturahmi lintas angkatan dan generasi.

Tanpa aba-aba resmi dan tanpa kompetisi, para peserta melangkah dengan ritme masing-masing. Ada yang berjalan beriringan sambil berbincang ringan, ada pula yang memilih menikmati pagi dengan hening, menyelaraskan napas dan langkah. Di sela-sela gerak santai itu, kenangan lama dan cerita baru bertaut, seolah jarak waktu yang memisahkan kembali dipendekkan.

Koordinator GJS, Rizal Damis, menyebut kegiatan ini bukan sekadar olahraga rutin.
“Gerak jalan santai ini kami niatkan sebagai ikhtiar menjaga kesehatan jasmani sekaligus merawat kesehatan batin. Tubuh kita bergerak, tetapi yang lebih penting, hubungan antarsesama ikut hidup,” ujarnya.

Menurut Rizal, berjalan bersama memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membakar kalori. Langkah-langkah kecil yang diayunkan secara konsisten menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan. Tak ada yang berjalan paling depan atau paling belakang; semua bergerak bersama, saling menunggu, saling menyapa.

“Kesehatan itu tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh bersama suasana hati yang baik. Ketika kita bertemu, tertawa, dan bersilaturahmi, itu juga terapi. Maka GJS ini kami jaga agar tetap santai, inklusif, dan menyenangkan,” tambahnya.

Menariknya, GJS IKB PPSP IKIP Ujung Pandang dilaksanakan setiap Minggu, dengan lokasi yang berpindah-pindah. Perpindahan tempat ini bukan tanpa alasan. Selain memberi variasi suasana, ia juga menjadi cara untuk mengenalkan ruang-ruang publik yang ramah bagi aktivitas sehat, sekaligus memperluas jangkauan silaturahmi.

Lapangan Syech Yusuf pagi itu menjadi titik temu yang penuh makna. Di akhir kegiatan, tak ada piala atau hadiah, kecuali rasa ringan di tubuh dan hangat di hati. Sebuah pengingat bahwa menjaga kesehatan dan merawat persaudaraan bisa dilakukan dengan cara paling sederhana: melangkah bersama, pelan-pelan, namun penuh makna.

Baca juga :  PT Pelindo Lakukan Praktek Monopoli Terkait Jasa Bongkar Muat Barang

Gerak jalan santai pun usai, tetapi semangat kebersamaan yang tumbuh di setiap langkah seolah terus berjalan, menunggu Minggu berikutnya, di tempat yang berbeda, dengan rasa yang sama. (Ardhy M Basir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Pangdam XIV/Hsn Dorong RS Kesdam Tingkatkan Pelayanan Menuju Standar Kepresidenan

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wujud kepedulian terhadap pelayanan kesehatan prajurit, keluarga besar TNI, serta masyarakat, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI...

1.019 Prajurit Bintara Resmi Dilantik, Pangdam XIV/Hasanuddin Ingatkan Jati Diri Prajurit

PEDOMANRAKYAT, GOWA - Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba)...

Kunker ke Topdam, Pangdam XIV/Hasanuddin Tegaskan Integritas dan Rekrutmen TNI Bersih

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan komitmen kuat terhadap pembinaan integritas, profesionalisme, dan kualitas...

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

PEDOMANRAKYAT, KARAWANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi,...